Bahasa Kita – Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, menjadikan Piala AFF U-19 2026 sebagai ajang penting untuk menentukan skuad terbaik menuju Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
Turnamen antarnegara ASEAN tersebut dinilai menjadi kesempatan ideal untuk mengukur kesiapan pemain sebelum tampil di level yang lebih kompetitif.
Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 dijadwalkan berlangsung mulai akhir Agustus mendatang. Indonesia tergabung di Grup H bersama Australia, Malaysia, dan Laos.
Dalam konteks tersebut, Nova Arianto ingin memanfaatkan setiap pertandingan di Piala AFF U-19 sebagai bahan evaluasi tim.
“Saya melihat secara persiapan, semua tim sangat baik. Dan sekali lagi, ini menjadi grup yang sangat kompetitif. Dan ini menjadi uji coba yang sangat baik buat kami dalam kami menentukan skuad yang akan kami bawa menuju ke kualifikasi Piala Asia,” kata Nova Arianto.
Nova Arianto Soroti Ketatnya Persaingan Grup A
Timnas Indonesia U-19 tergabung di Grup A bersama Myanmar, Timor Leste, dan Vietnam pada Piala AFF U-19 2026.
Indonesia memulai pertandingan pertama melawan Myanmar di Stadion Sumatra Utara, Deli Serdang, Senin 1 Juni 2026. Indonesia Vs Myanmar, Garuda muda berhasil menang 3-0.
Setelah menghadapi Myanmar, Garuda Muda akan bertemu Timor Leste dan Vietnam.
Nova Arianto menilai seluruh lawan di Grup A datang dengan persiapan matang. Karena itu, ia tidak ingin para pemain menganggap remeh pertandingan.
“Saya lihat secara persiapan, Vietnam juga sangat baik. Saya dengar Myanmar juga bermain di liga di U-21-nya di Myanmar, termasuk uji coba di Thailand. Dan untuk Timor Leste, saya lihat dia melakukan persiapan lebih lama ya di Medan,” ujarnya.
Yang jadi sorotan, Nova menyebut Grup A sebagai grup yang sangat kompetitif. Artinya, peluang setiap tim untuk lolos masih terbuka.
Dalam praktiknya, Indonesia wajib menjadi juara grup atau runner-up terbaik agar bisa melaju ke babak semifinal.
Piala AFF U-19 Jadi Tolak Ukur Timnas Indonesia U-19
Nova Arianto menilai turnamen ini bukan sekadar perebutan gelar juara. Di sisi lain, ajang tersebut juga menjadi sarana melihat kesiapan mental dan permainan tim.
Pelatih muda itu ingin mengetahui pemain yang mampu tampil konsisten dalam tekanan pertandingan resmi.
Pada saat bersamaan, status Indonesia sebagai juara bertahan juga menjadi tantangan tersendiri bagi skuad Garuda Muda.
Nova tidak ingin para pemain merasa terlalu percaya diri hanya karena bermain sebagai tuan rumah.
Menurutnya, seluruh lawan memiliki kekuatan yang patut diwaspadai. Hal ini terlihat dari persiapan panjang yang dilakukan negara-negara peserta sebelum turnamen dimulai.
Tak berhenti di situ, Nova juga menegaskan bahwa atmosfer kompetisi di level ASEAN kini semakin ketat dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Karena itu, setiap pertandingan dinilai penting untuk membentuk karakter dan kekompakan tim.
