Bahrain terus memperbarui sistem peringatan keamanan setelah serangan Iran ke aset militer Amerika Serikat. WNI tetap menjalankan aktivitas karena pemerintah belum menetapkan evakuasi.
Notifikasi Darurat Bahrain menjadi sistem utama yang digunakan pemerintah untuk menjaga keamanan warga setelah ancaman rudal dan drone kembali muncul. Hingga saat ini, warga negara Indonesia tetap menjalankan aktivitas normal mengikuti arahan otoritas setempat.
Presiden Indonesian Diaspora Network (IDN) Chapter Bahrain, Body Pernandes, menjelaskan setiap ancaman langsung direspons melalui pemberitahuan ke telepon seluler. Setelah pemerintah mengeluarkan status all clear, aktivitas masyarakat kembali berlangsung seperti biasa.
Pemerintah Bahrain Terus Pantau Situasi Keamanan
Yang menjadi perhatian, pemerintah Bahrain belum menetapkan status evakuasi bagi warga. Dalam praktiknya, masyarakat hanya diminta mengikuti prosedur keselamatan setiap kali alarm berbunyi.
Body menjelaskan pekerja diarahkan menuju basement ketika notifikasi darurat diterima. Selanjutnya, mereka kembali bekerja setelah otoritas memastikan kondisi telah aman.
Di sisi lain, ia menegaskan sasaran serangan Iran tetap mengarah ke fasilitas militer Amerika Serikat. Pernyataan itu sekaligus meluruskan informasi yang menyebut kawasan permukiman warga menjadi target serangan.
Karena itu, masyarakat Indonesia diminta mengutamakan informasi resmi dari pemerintah Bahrain, KBRI, maupun keluarga yang berada di negara tersebut. Langkah tersebut dinilai penting agar informasi yang beredar tidak memicu kepanikan.
Sebelumnya, IRGC mengklaim menyerang sistem pertahanan udara, radar, pertahanan rudal, serta sistem penerimaan satelit milik Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait berdasarkan laporan AFP.
