Bahasa Kita – Swedia gagal mengamankan kemenangan dalam laga uji coba terakhir jelang Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang Yunani dengan skor 2-2. Bermain di Strawbery Arena, Jumat WIB, tim tuan rumah kehilangan keunggulan pada masa tambahan waktu.
Hasil tersebut menjadi evaluasi penting bagi tim asuhan Graham Potter yang tengah mempersiapkan diri menghadapi turnamen terbesar sepak bola dunia. Padahal, Swedia sempat berada di jalur kemenangan setelah berhasil membalikkan keadaan pada babak kedua.
Namun, gol telat Yunani membuat kemenangan yang sudah di depan mata akhirnya sirna.
Yunani Buka Keunggulan pada Awal Pertandingan
Pertandingan berlangsung dengan tempo cukup tinggi sejak menit awal. Yunani tampil efektif dan mampu memanfaatkan peluang pertama yang didapatkan.
Pada menit ke-10, Konstantinos Tsimikas berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Gol tersebut lahir setelah ia menyambar bola hasil situasi sepak pojok yang gagal diantisipasi lini belakang Swedia.
Bola meluncur ke gawang dan membawa Yunani unggul 1-0.
Setelah gol itu, Swedia berusaha meningkatkan tekanan. Meski lebih banyak menguasai permainan, tim tuan rumah kesulitan menembus pertahanan rapat yang diterapkan Yunani.
Di sisi lain, tim tamu tetap berbahaya melalui sejumlah serangan balik cepat.
Yang menarik, kedua tim beberapa kali menciptakan peluang. Akan tetapi, tidak ada tambahan gol hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, ritme pertandingan berubah cukup signifikan. Kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain yang membuat tempo permainan meningkat.
Swedia tampil lebih agresif dan mulai mendominasi serangan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-53.
Viktor Gyokeres sukses mencetak gol melalui tendangan bebas. Penyerang Arsenal itu mengirim bola ke sudut kiri bawah gawang yang gagal dijangkau penjaga gawang Yunani.
Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1.
Setelah berhasil menyamakan kedudukan, Swedia semakin percaya diri dalam membangun serangan. Tekanan demi tekanan terus diberikan kepada lini pertahanan Yunani.
Dalam praktiknya, perubahan strategi yang dilakukan Graham Potter membuat timnya tampil lebih hidup dibandingkan babak pertama.
Gustav Nilsson Bawa Swedia Berbalik Unggul
Dominasi Swedia akhirnya menghasilkan gol kedua pada menit ke-69. Proses gol berawal dari aksi pemain pengganti Taha Ali yang berhasil menciptakan peluang berbahaya.
Pergerakannya membuka ruang di pertahanan Yunani. Bola kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Gustav Nilsson untuk mengubah keadaan.
Gol tersebut membawa Swedia berbalik unggul 2-1.
Yang jadi sorotan, kontribusi pemain pengganti memberikan dampak langsung terhadap performa tim. Swedia terlihat mampu mengendalikan jalannya pertandingan setelah mencetak gol kedua.
Keunggulan tersebut bertahan cukup lama hingga memasuki akhir waktu normal.
Gol Injury Time Gagalkan Kemenangan Swedia
Ketika kemenangan tampak sudah berada dalam genggaman, Yunani menunjukkan karakter pantang menyerah.
Pada masa tambahan waktu, Giorgos Masouras muncul sebagai penyelamat tim tamu. Ia berhasil memanfaatkan peluang yang didapatkan untuk mencetak gol penyeimbang.
Bola yang masuk ke gawang Swedia membuat skor berubah menjadi 2-2.
Akibatnya, Swedia harus mengubur harapan meraih kemenangan di depan pendukung sendiri. Sementara itu, Yunani berhasil menghindari kekalahan berkat gol pada detik-detik akhir pertandingan.
Secara faktual, hasil ini menjadi catatan penting bagi Graham Potter. Konsentrasi pemain pada menit-menit akhir menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian menjelang Piala Dunia 2026.
Swedia akan memulai perjalanan di Grup F bersama Tunisia, Belanda, dan Jepang. Mereka dijadwalkan menghadapi Tunisia pada 15 Juni sebelum menjalani laga berikutnya melawan Belanda dan Jepang.
