Bahasa Kita – Spanyol gagal menutup rangkaian persiapan menuju Piala Dunia 2026 dengan kemenangan. La Furia Roja hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Irak dalam laga uji coba internasional yang berlangsung di Stadion Riazor, La Coruna, Jumat WIB.
Tampil di hadapan pendukung sendiri, Spanyol sempat unggul lebih dahulu melalui Ferran Torres. Namun, Irak memberikan perlawanan sengit dan berhasil menyamakan kedudukan lewat gol spektakuler Merchas Doski.
Hasil tersebut menjadi catatan penting bagi pelatih Luis de la Fuente menjelang dimulainya putaran final Piala Dunia 2026. Meski menguasai jalannya pertandingan, Spanyol gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang tercipta sepanjang laga.
Spanyol Tampil Dominan Sejak Awal Pertandingan
Spanyol langsung mengambil kendali permainan sejak menit-menit awal. Penguasaan bola menjadi senjata utama untuk menekan pertahanan Irak yang tampil lebih menunggu.
Dominasi tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-16. Serangan balik cepat yang dibangun Spanyol berhasil menembus lini belakang lawan.
Dani Olmo mengirim umpan matang kepada Ferran Torres. Penyerang Barcelona itu kemudian menggiring bola ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tendangan mendatar.
Bola meluncur ke gawang tanpa mampu dihentikan Ahmed Basil. Gol tersebut membuat Spanyol unggul 1-0.
Setelah mencetak gol, tim tuan rumah terus meningkatkan tekanan. Beberapa peluang kembali tercipta melalui kombinasi lini tengah dan sektor sayap.
Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat keunggulan Spanyol tidak bertambah.
Gol Merchas Doski Ubah Jalannya Laga
Di tengah dominasi Spanyol, Irak justru mampu memberikan respons cepat. Tim asuhan Graham Arnold memanfaatkan salah satu peluang terbaik yang mereka miliki.
Pada menit ke-27, Merchas Doski menunjukkan kualitas individunya. Bek kiri Irak itu bergerak dari sisi kanan area serangan sebelum melepaskan tendangan keras.
Bola meluncur deras ke sudut kiri atas gawang. Joan Garcia tidak mampu menjangkaunya meski sudah berusaha melakukan penyelamatan.
Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1.
Yang jadi sorotan, gol Doski lahir dari momen yang relatif minim peluang bagi Irak. Namun, efektivitas mereka mampu mengubah situasi pertandingan.
Setelah kedudukan kembali imbang, kedua tim saling bertukar serangan hingga turun minum. Meski begitu, tidak ada tambahan gol yang tercipta.
Memasuki babak kedua, Spanyol kembali mendominasi penguasaan bola. Luis de la Fuente melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan daya serang timnya.
Beberapa nama baru masuk demi memberikan variasi permainan. Selain itu, tempo serangan juga terus ditingkatkan.
Dalam praktiknya, Spanyol lebih banyak mengurung pertahanan Irak di area sendiri. Peluang demi peluang tercipta melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan pemain sayap.
Namun, rapatnya organisasi pertahanan Irak menjadi kendala utama bagi tuan rumah.
Sementara itu, Irak memilih bertahan dengan disiplin dan mengandalkan serangan balik cepat. Strategi tersebut beberapa kali mampu memberikan ancaman kepada lini belakang Spanyol.
Meski demikian, kedua tim gagal menambah gol hingga pertandingan berakhir.
Modal Evaluasi Menuju Piala Dunia 2026
Hasil imbang ini menjadi bahan evaluasi bagi kedua tim sebelum tampil di Piala Dunia 2026.
Spanyol akan memulai perjalanan mereka di Grup H bersama Uruguay, Arab Saudi, dan Tanjung Verde. Di sisi lain, Irak tergabung di Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Norwegia.
Secara faktual, Spanyol menunjukkan dominasi permainan sepanjang laga. Namun, efektivitas penyelesaian peluang masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi.
Sebaliknya, Irak memperlihatkan organisasi pertahanan yang solid serta kemampuan memanfaatkan peluang secara maksimal. Hasil tersebut memberikan tambahan kepercayaan diri menjelang kompetisi terbesar sepak bola dunia yang akan segera dimulai.
