Alasan Persija pilih Shin Tae Yong akhirnya diungkap manajemen. Klub ibu kota menilai mantan pelatih Timnas Indonesia itu memiliki pengalaman, disiplin, komitmen tinggi, serta kemampuan mengembangkan pemain muda untuk mendukung target jangka panjang Macan Kemayoran.
Persija Jakarta membeberkan alasan di balik keputusan menunjuk Shin Tae Yong sebagai pelatih kepala baru. Manajemen menilai pelatih asal Korea Selatan tersebut memenuhi sejumlah kriteria yang dibutuhkan klub untuk mencapai target jangka panjang.
Direktur Persija Jakarta Mohamad Prapanca menjelaskan pemilihan Shin Tae Yong bukan hanya didasarkan pada prestasi. Menurutnya, Persija membutuhkan sosok yang mampu membangun tim secara berkelanjutan sekaligus membawa klub bersaing di level tertinggi.
Karena itu, manajemen akhirnya menjatuhkan pilihan kepada mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
“Tentunya kami berharap pelatih ini mempunyai komitmen untuk mengantar Persija ke posisi teratas di liga dan juga di Asia,” kata Prapanca.
Selain memiliki pengalaman panjang sebagai pelatih, Shin juga dinilai mempunyai karakter disiplin dan visi yang sejalan dengan program pengembangan klub.
Persija Ingin Percepat Pengembangan Pemain Muda
Yang menjadi sorotan, Persija tidak hanya menargetkan hasil instan. Sebaliknya, klub ingin memperkuat fondasi tim melalui pembinaan pemain muda.
Prapanca menegaskan Shin Tae Yong akan berperan dalam proses pengembangan talenta muda Persija selama masa kontraknya.
Dalam konteks tersebut, Persija memberikan kontrak berdurasi tiga tahun kepada Shin.
Menurut manajemen, waktu tiga tahun dianggap cukup untuk menjalankan program pembinaan sekaligus mempercepat peningkatan kualitas tim.
“kurang lebih tiga tahun. Alasan kontrak tiga tahun, karena kita berproses karena tentunya coach Shin harus terlibat dengan pengembangan infrastruktur dan pengembangan pemain muda,” ujar Prapanca.
Selain itu, Shin juga akan terlibat dalam upaya pengembangan infrastruktur yang menjadi bagian dari rencana jangka panjang klub.
Dengan kata lain, tugasnya tidak hanya berkutat pada urusan pertandingan dan hasil di lapangan.
Shin Tae Yong Bidik Prestasi Bersama Persija

Setelah resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Persija, Shin Tae Yong langsung menyampaikan target yang ingin dicapainya.
Ia menegaskan akan bekerja maksimal untuk menghadirkan performa terbaik bagi Macan Kemayoran pada musim 2026/2027.
Menurutnya, Persija merupakan klub besar yang memiliki ambisi tinggi dan dukungan suporter yang luar biasa.
Karena itu, ia ingin membawa tim mencapai posisi terbaik di kompetisi.
“Target ingin dapat prestasi yang baik dan berusaha semaksimal mungkin dan ingin memberikan penampilan terbaik bersama Persija hingga mencapai posisi terbaik,” kata Shin.
Pernyataan tersebut sekaligus menandai dimulainya era baru Persija setelah berpisah dengan Mauricio Souza.
Persija Berbenah Setelah Gagal Juara
Sebelumnya, Persija memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Mauricio Souza setelah target juara Super League musim 2025/2026 tidak tercapai.
Pada akhir musim, Persija finis di peringkat ketiga klasemen dengan raihan 71 poin.
Macan Kemayoran berada di bawah Borneo FC yang menempati posisi kedua. Sementara itu, Persib keluar sebagai juara kompetisi.
Faktanya, hasil tersebut belum memenuhi ekspektasi manajemen yang sejak awal membidik gelar juara.
Akibatnya, Persija melakukan evaluasi menyeluruh dan memilih menunjuk pelatih baru.
Shin Tolak Tawaran Klub Luar Negeri Demi Persija
Yang menarik, Shin Tae Yong mengaku sempat menerima sejumlah tawaran dari klub luar negeri sebelum menandatangani kontrak bersama Persija.
Namun, ia akhirnya memilih kembali ke Indonesia karena memiliki kedekatan emosional dengan Jakarta.
Menurut Shin, selama lima tahun tinggal di Indonesia, ia telah membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat dan sepak bola nasional.
“Memang sebelum bertemu dengan owner Persija Jakarta, memang ada offer tiga sampai empat, tetapi bukan tim Super League Indonesia,” kata Shin melalui penerjemah Jeong Seok Seo.
Ia menambahkan bahwa kecintaannya terhadap Indonesia menjadi alasan utama menerima tawaran Persija.
“Walau ada tawaran yang lebih baik daripada di Persija, di dalam hati saya selalu ingin kembali ke Indonesia. Itu yang membuat saya pilih Persija,” ujarnya.
Shin memang memiliki rekam jejak panjang di Indonesia. Sejak menangani Timnas Indonesia pada 2019 hingga 2025, ia banyak menghabiskan waktunya di Jakarta.
Pengalaman tersebut membuat proses adaptasinya bersama Persija diperkirakan berjalan lebih cepat dibanding pelatih asing lainnya.
