Kebakaran TPA Jatiwaringin masih berlangsung hingga hari kedua dengan titik api yang terus bermunculan di sejumlah gunungan sampah. Petugas tetap melakukan pemadaman dari darat setelah upaya water bombing belum mampu menghentikan kobaran api.
Kebakaran TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, belum berhasil dipadamkan hingga Rabu (1/7/2026) malam. Memasuki hari kedua, kobaran api masih terlihat di berbagai titik area tempat pembuangan akhir tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB, asap pekat terus membumbung dari kawasan TPA. Kepulan asap bergerak mengikuti arah angin dan menyelimuti area di sekitar lokasi kebakaran.
Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku mengendalikan api yang terus muncul dari sela-sela tumpukan sampah. Kondisi itu membuat proses pemadaman berlangsung lebih lama karena titik api tidak hanya berada di satu lokasi.
Titik Api Terus Bermunculan di Area TPA
Di sejumlah bagian gunungan sampah, kobaran api tampak muncul secara bersamaan. Beberapa titik terlihat membesar, sedangkan titik lainnya baru muncul dari bagian bawah timbunan sampah.
Selain kobaran api, sesekali terdengar suara letupan kecil dari area yang terbakar. Kondisi tersebut membuat petugas harus terus memantau perkembangan api agar tidak meluas ke bagian lain.
Secara faktual, asap tebal juga mengurangi jarak pandang di sekitar lokasi sehingga proses pemantauan harus dilakukan secara intensif.
10 Mobil Damkar dan 40 Personel Terus Bersiaga
Hingga malam hari, upaya pemadaman masih berlangsung. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran bersama 40 personel tetap bersiaga di kawasan TPA Jatiwaringin.
Mobil pemadam terlihat keluar masuk area lokasi untuk mengisi ulang pasokan air sebelum kembali melakukan penyemprotan.
Selanjutnya, petugas terus mengarahkan semprotan air ke titik-titik api yang masih dapat dijangkau dari darat. Langkah tersebut bertujuan menahan penyebaran kobaran api ke area lain.
Water Bombing Sudah Dilakukan
Sebelumnya, proses pemadaman juga mendapat dukungan melalui jalur udara.
Helikopter water bombing telah dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran. Dalam operasi tersebut, helikopter menjatuhkan air sebanyak lima kali ke area yang terbakar.
Namun, hingga operasi udara selesai, kobaran api masih terlihat di berbagai titik sehingga petugas darat melanjutkan proses pemadaman menggunakan mobil pemadam kebakaran.
Asap Pekat Menyelimuti Kawasan Sekitar
Selain kobaran api, asap pekat masih menjadi tantangan utama di lokasi kebakaran.
Aroma menyengat dari sampah yang terbakar juga terus tercium. Bahkan, sesekali angin membawa bau tersebut hingga ke kawasan permukiman di sekitar TPA.
Hingga berita ini ditayangkan, proses pemadaman masih berlangsung. Petugas terus mengendalikan titik-titik api yang masih aktif di area Tempat Pembuangan Akhir Jatiwaringin.
