Perburuan Erlan Polda JatimPerburuan Erlan terus berlanjut. Penyidik mendalami CCTV, informasi masyarakat, perpindahan terduga pelaku di Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Perburuan Erlan alias E terus berlanjut setelah penyidik menerima berbagai petunjuk baru dari masyarakat. Selain menelusuri rekaman CCTV, polisi juga mendalami jejak perpindahan terduga pelaku yang disebut berada di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Perburuan Erlan alias E memasuki tahap lanjutan dengan fokus pada pendalaman informasi baru yang diterima penyidik. Berbagai laporan masyarakat dan rekaman CCTV kini menjadi bahan utama untuk melacak keberadaan terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan berinisial RYS.

Di sisi lain, penyidik menyebut setiap informasi yang masuk masih melalui proses verifikasi. Langkah tersebut dilakukan agar pencarian tetap berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Jejak Terduga Pelaku Masih Berpindah-pindah

Penyidik menduga Erlan masih berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Kondisi itu membuat proses pengejaran membutuhkan dukungan informasi dari masyarakat, termasuk rekaman kamera pengawas yang menunjukkan keberadaan terduga pelaku.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, menyebut pihaknya telah mengantongi identitas pria berinisial E. Sosok tersebut diyakini sebagai orang terakhir yang bersama korban sebelum RYS ditemukan meninggal di dalam mobil dinas di Bandara Internasional Juanda.

Berdasarkan penelusuran keluarga korban, keberadaan E sempat terlacak di wilayah Jawa Tengah. Namun, informasi yang diperoleh menunjukkan terduga pelaku kerap berpindah antara Jawa Timur dan Jawa Tengah sehingga menyulitkan proses pencarian.

Selain itu, Risang menyampaikan bahwa E diketahui berasal dari Sulawesi Selatan dan pernah bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Meski demikian, alamat yang diketahui tidak lagi menjadi lokasi tetap karena yang bersangkutan disebut sering berganti domisili.

Yang menjadi perhatian, kuasa hukum keluarga juga mengungkap dugaan bahwa E memiliki rekam jejak kasus penipuan dengan berbagai modus, mulai dari properti, proyek hingga transaksi jual beli. Dugaan tersebut menjadi bagian dari informasi yang berkembang selama proses pendampingan keluarga korban.

Hingga kini, penyidik Polda Jawa Timur masih memadukan hasil pemeriksaan forensik, rekaman CCTV, serta informasi masyarakat untuk mempercepat pengungkapan kasus dan menemukan keberadaan terduga pelaku.