Sri Mulyani uji tesisSri Mulyani uji tesis lulusan terbaik MPKP FEB UI dengan IPK 4. Ia juga mengenang pendirian program MPKP yang dirintis sejak 1996

Sri Mulyani kembali ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sebagai penguji tesis mahasiswa Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik. Dalam sidang tersebut, ia menguji lulusan terbaik dengan IPK sempurna 4 sekaligus mengenang lahirnya program MPKP yang digagasnya sejak 1996.

Sri Mulyani kembali ke kampus lamanya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Kali ini, mantan Menteri Keuangan RI tersebut hadir bukan sebagai pejabat negara, melainkan sebagai penguji tesis mahasiswa Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik (MPKP).

Mahasiswa yang mengikuti sidang tersebut adalah Zelani Nurfalah, peserta MPKP angkatan 48B tahun 2024. Sri Mulyani mengungkapkan Zelani lulus sebagai mahasiswa terbaik dengan predikat summa cum laude dan meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna 4. Saat ini, Zelani juga bekerja di Badan Pusat Statistik (BPS) RI.

Sri Mulyani Apresiasi Presentasi dan Kenang Awal MPKP

Tesis yang dipresentasikan Zelani berjudul Trade Liberalization and Informality: Evidence from Tariff-Based Regional Exposure in Indonesia. Penelitian tersebut dibimbing Rus’an Nasrudin, PhD, selaku Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI, sementara Muhammad Hanri, PhD, Ketua Program Studi MPKP FEB UI, turut menjadi penguji.

Menurut Sri Mulyani, presentasi Zelani berlangsung dengan sangat baik. Ia menilai mahasiswa tersebut tampil percaya diri, memiliki artikulasi yang kuat, serta mampu menjelaskan data, teori, dan konteks penelitian secara logis.

Selain memberikan apresiasi terhadap hasil sidang, Sri juga mengaku bangga melihat capaian akademik Zelani. Ia menyebut keberhasilan tersebut mencerminkan proses pembelajaran yang berjalan dengan baik selama menempuh pendidikan di MPKP.

Di sisi lain, kunjungan itu turut membangkitkan kenangan Sri Mulyani terhadap perjalanan awal berdirinya MPKP. Ia mengingat program magister tersebut mulai dirintis sekitar 30 tahun lalu, tepatnya pada 1996, ketika masih memimpin Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEUI yang kini menjadi LPEM FEB UI.

Saat itu, MPKP dirancang untuk mencetak pembuat kebijakan publik yang memiliki kompetensi teknis, pemahaman mendalam, serta kemampuan menyusun kebijakan berdasarkan data dan analisis. Menurut Sri, pendekatan berbasis bukti menjadi fondasi penting dalam proses pengambilan keputusan publik.

Tak hanya itu, Sri Mulyani juga menyampaikan ucapan selamat kepada Zelani atas kelulusannya. Ia sekaligus mengucapkan selamat ulang tahun dan berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai pegawai BPS serta mendukung pembangunan Indonesia.