Pelaku ancaman bom SDN Srengseng Sawah 15Pelaku ancaman bom SDN Srengseng Sawah 15

Pelaku ancaman bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi berhasil ditangkap polisi setelah mengirim pesan WhatsApp yang mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik. Hingga kini, penyidik masih mendalami motif pelaku, sementara hasil penyisiran Gegana dan Densus 88 memastikan tidak ditemukan bahan peledak.

Pelaku ancaman bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya diamankan aparat kepolisian. Penangkapan dilakukan setelah polisi menyelidiki pesan ancaman yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp pada hari pertama masuk sekolah usai libur panjang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pelaku berinisial MY (34). Saat ini, penyidik masih memeriksa MY di Mapolres Metro Jakarta Selatan untuk mengungkap tujuan serta motif di balik ancaman tersebut.

“Untuk pelaku satu orang inisial MY yang beralamat di sekitar lokasi kejadian sekolah sudah diamankan,” kata Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Polisi Dalami Motif Setelah Bom Dipastikan Tidak Ada

Selain menangkap pelaku, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan juga melakukan olah tempat kejadian perkara serta menelusuri asal pesan ancaman yang diterima pihak sekolah.

Budi mengimbau masyarakat tetap tenang selama proses penyelidikan berlangsung. Menurutnya, polisi masih mengumpulkan berbagai keterangan untuk melengkapi penyidikan.

Masih dalam pendalaman penyidik terkait tujuan dan motif dari yang bersangkutan,” ujarnya.

Sebelumnya, pesan ancaman diterima oleh seorang guru dan pegawai tata usaha melalui WhatsApp. Pelaku bahkan sempat melakukan panggilan tidak terjawab karena pesannya belum mendapat respons. Dalam isi pesan itu, pelaku mengklaim telah memasang bom di 11 titik di lingkungan sekolah.

Namun, tim Gegana dan Densus 88 Antiteror segera menyisir seluruh area SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada bahan peledak yang ditemukan.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menyatakan proses penyisiran sempat terus dilanjutkan meski hasil awal menunjukkan kondisi aman.

Nihil, tapi masih disisir, lagi disisir,” kata Nurma.

Ancaman tersebut muncul ketika siswa dan guru sedang mengikuti upacara pembukaan tahun ajaran baru. Setelah mengetahui adanya pesan ancaman, pihak sekolah segera melapor sehingga aparat bersama unsur pemerintah setempat langsung melakukan pengamanan dan evakuasi sebagai langkah antisipasi.