Bahaya menahan kencing bukan sekadar mitos. Dokter Spesialis Penyakit Dalam menjelaskan kebiasaan tersebut dapat meningkatkan tekanan pada kandung kemih, memicu infeksi saluran kemih, hingga mengganggu fungsi ginjal jika dilakukan berulang.
Bahaya menahan kencing kembali menjadi perhatian setelah Dokter Spesialis Penyakit Dalam asal Banjarmasin, dr. Hamidah, menjelaskan dampak medis dari kebiasaan tersebut. Menurutnya, menunda buang air kecil secara terus-menerus dapat menimbulkan gangguan pada saluran kemih hingga ginjal.
Penjelasan itu disampaikan dalam video bersama Dokter Spesialis Andrologi sekaligus influencer kesehatan, dr. Jefry Tribowo, yang diunggah melalui Instagram.
Menurut dr. Hamidah, proses buang air kecil melibatkan ginjal, saluran kemih, dan kandung kemih yang berfungsi sebagai tempat penampungan urine sebelum dikeluarkan dari tubuh.
Mengapa Bahaya Menahan Kencing Tidak Boleh Diabaikan?
Ia menjelaskan kandung kemih memiliki kapasitas tertentu untuk menampung urine. Ketika seseorang terbiasa menahan buang air kecil, volume urine terus bertambah sehingga tekanan di dalam kandung kemih ikut meningkat.
Selain itu, tekanan yang terus bertambah dapat menjalar ke saluran kemih bagian atas hingga akhirnya memengaruhi ginjal. Dalam kondisi tertentu, gangguan tersebut berpotensi menurunkan fungsi organ penyaring darah tersebut.
Karena itu, kebiasaan menahan kencing sebaiknya tidak dianggap sepele meski awalnya tidak menimbulkan keluhan.
Risiko Infeksi Saluran Kemih Ikut Meningkat
Di sisi lain, urine yang terlalu lama berada di kandung kemih dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih atau ISK.
Menurut dr. Hamidah, semakin lama urine tertahan, semakin besar pula peluang bakteri berkembang di dalam kandung kemih.
Dokter Sarankan Jangan Menunda Buang Air Kecil
Ia mengimbau masyarakat agar tidak menahan keinginan buang air kecil, terutama saat melakukan perjalanan jauh atau terjebak kemacetan.
Dalam kondisi darurat, penggunaan wadah penampung seperti botol di dalam kendaraan dapat menjadi alternatif agar seseorang tidak terus menunda buang air kecil.
Langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu mengurangi risiko gangguan pada kandung kemih, infeksi saluran kemih, maupun masalah pada ginjal akibat kebiasaan menahan kencing.
