Pertumbuhan DPK 2026Pertumbuhan DPK 2026 diproyeksikan melambat menjadi 6,18 persen. Simpanan perbankan masih didominasi rekening besar, sementara kemampuan menabung masyarakat melemah.

Pertumbuhan DPK 2026 diperkirakan melambat meski total simpanan perbankan terus meningkat. Data terbaru menunjukkan kenaikan dana masih didominasi rekening bernilai besar, sementara tabungan masyarakat kecil justru menurun.

Pertumbuhan DPK 2026 diproyeksikan hanya mencapai 6,18 persen secara tahunan. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,83 persen pada 2025 berdasarkan proyeksi Bank Indonesia.

Di tengah perlambatan tersebut, total simpanan masyarakat di perbankan hingga Mei 2026 tetap mencapai Rp10.330 triliun atau tumbuh 13,40 persen secara tahunan. Namun, pertumbuhan itu terutama berasal dari rekening dengan saldo di atas Rp1 miliar.

Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko, menilai kondisi tersebut mencerminkan ketimpangan simpanan masyarakat yang semakin lebar. Menurutnya, peningkatan nominal DPK belum menggambarkan membaiknya kemampuan menabung secara merata.

Ketimpangan Simpanan Warnai Pertumbuhan DPK 2026

Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan rekening dengan saldo di bawah Rp100 juta mencapai 98,90 persen dari total 682,1 juta rekening. Meski demikian, kelompok tersebut hanya menguasai 11,06 persen dari total dana simpanan perbankan.

Sebaliknya, rekening dengan saldo di atas Rp1 miliar hanya berjumlah 0,12 persen dari keseluruhan rekening. Namun, kelompok ini menguasai 70,85 persen total simpanan nasional.

Yang menarik, simpanan pada rekening bernilai di atas Rp1 miliar bertambah sekitar Rp236 triliun secara bulanan hingga Mei 2026. Di sisi lain, tabungan dengan saldo di bawah Rp100 juta justru berkurang sekitar Rp15 triliun.

Jumlah Rekening Bertambah, Kemampuan Menabung Belum Pulih

Christiantoko menjelaskan masyarakat sebenarnya masih memiliki keinginan kuat untuk menabung. Hal itu tercermin dari Indeks Kemauan Menabung yang meningkat menjadi 90,2 pada Juni 2026.

Namun, Indeks Kemampuan Menabung justru turun menjadi 73,2. Menurutnya, tekanan pengeluaran rumah tangga dan belum pulihnya daya beli membuat banyak masyarakat kesulitan menyisihkan pendapatan.

Karena itu, ia menilai tantangan penghimpunan DPK tidak hanya menambah jumlah rekening. Perbankan juga perlu memperluas basis simpanan ritel, sementara peningkatan kemampuan menabung tetap bergantung pada pertumbuhan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, dan terjaganya daya beli masyarakat.