Bahaya konsumsi stevia berlebihan menjadi perhatian dr. Tirta Mandira Hudhi. Meski dikenal sebagai pemanis nol kalori, penggunaannya tetap perlu dibatasi untuk menjaga kesehatan tubuh.
Bahaya konsumsi stevia berlebihan menjadi sorotan setelah pemanis alami tersebut semakin populer sebagai pengganti gula pasir. Penggunaannya memang membantu mengurangi asupan kalori, tetapi tidak berarti bebas dikonsumsi tanpa batas.
Dokter sekaligus influencer kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi mengingatkan bahwa manfaat stevia harus diimbangi dengan pola konsumsi yang tepat. Menurutnya, penggunaan secara berlebihan tetap dapat memengaruhi kondisi tubuh.
Ia menilai banyak masyarakat hanya berfokus pada label nol kalori. Padahal, prinsip menjaga kesehatan tidak hanya bergantung pada jenis pemanis yang digunakan, melainkan juga jumlah konsumsinya.
Risiko Stevia Jika Dikonsumsi Berlebihan
Menurut dr. Tirta, konsumsi stevia secara berlebihan berpotensi menyebabkan resistensi insulin yang berkaitan dengan fungsi pankreas. Karena itu, pemanis alami tersebut tetap harus digunakan sesuai kebutuhan.
Di sisi lain, ia mengakui stevia merupakan salah satu pilihan paling efisien bagi masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi gula, terutama bagi pencinta minuman manis seperti teh dan kopi.
Namun, manfaat tersebut tidak menghapus pentingnya pengendalian porsi dalam konsumsi sehari-hari.
Moderasi Tetap Menjadi Kunci Menjaga Kesehatan
Dr. Tirta mencontohkan bahwa berbagai kebiasaan sehat sekalipun dapat menimbulkan dampak kurang baik apabila dilakukan secara berlebihan. Prinsip tersebut juga berlaku dalam penggunaan stevia.
Oleh sebab itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap stevia sebagai pemanis terbaik yang dapat dikonsumsi tanpa batas. Sebaliknya, stevia lebih tepat dipandang sebagai alternatif untuk membantu mengurangi konsumsi gula pasir.
Dengan pendekatan tersebut, manfaat stevia sebagai pemanis nol kalori dapat tetap dirasakan tanpa mengabaikan pentingnya menjaga pola konsumsi yang seimbang.
