Cara Desil DTSEN, bahasa kitaDesil DTSEN membagi masyarakat berdasarkan kesejahteraan. Simak arti desil 1-10, prioritas bansos, cara cek, dan mekanisme sanggah data.

Desil DTSEN membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok kesejahteraan berdasarkan berbagai indikator sosial ekonomi, bukan hanya pendapatan.

Desil DTSEN menjadi perhatian masyarakat setelah muncul rencana pembatasan pembelian BBM subsidi, khususnya Pertalite, bagi kelompok desil 9 dan 10.

Istilah ini merujuk pada pembagian masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan penentuan desil menggunakan berbagai variabel sosial ekonomi. Pendapatan bukan satu-satunya indikator dalam pemeringkatan tersebut.

Desil DTSEN Menentukan Kelompok Kesejahteraan

Desil DTSEN merupakan bagian dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN. Data tersebut memuat informasi sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurut BPS, pemeringkatan menggunakan sejumlah variabel untuk menggambarkan kondisi kesejahteraan masyarakat.

Data Cek Bansos Kementerian Sosial juga mencantumkan beberapa indikator. Variabel tersebut mencakup pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, serta kepemilikan aset.

Dengan demikian, posisi desil tidak semata-mata ditentukan dari besaran penghasilan seseorang atau keluarga.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan data desil bersumber dari data yang dihimpun melalui mekanisme sensus.

Airlangga juga menyebut indikator ekonomi seperti pengeluaran dan kepemilikan aset dihimpun melalui metode survei.pembaruan Desil DTSEN, bahasa kita

Urutan Desil 1 hingga 10

Secara umum, desil membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok. Semakin tinggi angka desil, semakin tinggi pula posisi kesejahteraan dalam pemeringkatan.

Desil 1 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Kelompok ini mencakup masyarakat miskin ekstrem atau 10 persen penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Selanjutnya, desil 3 mencakup kelompok yang tergolong hampir miskin. Desil 4 berada pada kelompok rentan miskin.

Di sisi lain, desil 5 menggambarkan kelompok ekonomi menengah ke bawah. Desil 6 masuk kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan menengah.

Desil 8 mencakup kelompok menengah ke atas. Sementara itu, desil 9 menunjukkan tingkat kesejahteraan yang relatif tinggi.

Adapun desil 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Yang perlu dicermati, data tersebut digunakan dalam berbagai kebijakan pemerintah, termasuk program bantuan sosial.

Siapa yang Menjadi Prioritas Bansos?

Kelompok desil 1 sampai 4 menjadi prioritas dalam berbagai program bantuan sosial pemerintah.

Masyarakat yang berada pada desil 5 masih dapat memperoleh program tertentu. Salah satunya bantuan dengan ketentuan kepesertaan khusus, seperti bantuan iuran kesehatan.

Sementara itu, desil 6 hingga 10 umumnya tidak menjadi prioritas penerima bansos. Kelompok tersebut dinilai memiliki kondisi sosial ekonomi yang relatif lebih baik.

Namun, posisi desil tidak bersifat permanen. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pemerintah memperbarui data setiap tiga bulan.

Artinya, perubahan kondisi sosial ekonomi dapat memengaruhi posisi seseorang setelah proses pemutakhiran.

Cara Cek Desil DTSEN lewat HP

Masyarakat dapat mengecek status desil sekaligus informasi kepesertaan bansos melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos.

Proses pengecekan menggunakan Nomor Induk Kependudukan atau NIK yang tercantum pada KTP.

  • Unduh aplikasi Cek Bansos.
  • Masuk menggunakan akun yang sudah terdaftar.
  • Pilih menu Cek Bansos.
  • Masukkan NIK sesuai KTP.
  • Tekan tombol Cari Data.

Selain melalui aplikasi, masyarakat juga dapat mengakses informasi melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos.

Cara Memperbaiki Data Desil yang Tidak Sesuai

Warga yang merasa posisi desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi dapat mengajukan perbaikan data.

Gus Ipul mengatakan masyarakat dapat menyampaikan sanggahan melalui aplikasi Cek Bansos atau melalui kelurahan dan desa.

Untuk jalur online, masyarakat dapat menggunakan fitur pembaruan yang tersedia dalam aplikasi.

  • Registrasi menggunakan data e-KTP dan Kartu Keluarga.
  • Pilih fitur Usul Sanggah atau Usulkan Pembaruan.
  • Isi data yang ingin diperbaiki, termasuk kondisi rumah dan penghasilan.
  • Unggah dokumen pendukung, seperti foto rumah.

Di sisi lain, perbaikan data juga dapat dilakukan secara offline melalui kantor desa, kelurahan, atau dinas sosial.

  • Bawa KTP, Kartu Keluarga, dan dokumen pendukung.
  • Sampaikan permohonan perbaikan data kepada petugas.
  • Petugas mengecek data melalui sistem SIKS-NG.
  • Ajukan pembaruan apabila data tidak sesuai.
  • Tunggu proses survei lapangan untuk verifikasi kondisi ekonomi.

Dengan mekanisme tersebut, masyarakat memiliki jalur untuk memperbarui data ketika kondisi sosial ekonominya berubah.

Karena itu, posisi desil perlu dipahami sebagai data yang dinamis. Pemutakhiran berkala menjadi bagian dari mekanisme penyesuaian kondisi masyarakat dalam DTSEN.