dapur MBG, bahasa kitaDapur MBG menjadi fokus pembenahan BGN. Sebanyak 27.485 SPPG disisir, sementara 463 dapur disuspend untuk melengkapi data penerima.

BGN kini memperketat pendataan dapur MBG setelah 463 SPPG disuspend sementara untuk melengkapi data penerima manfaat.

BGN kini memperketat pendataan dapur MBG di berbagai daerah. Langkah itu menjadi bagian dari pembenahan tata kelola setelah pemerintah menargetkan persoalan program selesai sebelum 20 Oktober 2026.

Kepala BGN Sudaryono menyebut terdapat 27.485 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sedang beroperasi. Seluruhnya kini masuk proses penyisiran data.

Pendataan Dapur MBG Jadi Fokus Pembenahan BGN

Menurut Sudaryono, BGN tidak hanya mencatat lokasi dapur. Lembaga itu juga memeriksa sekolah dan posyandu yang menerima distribusi dari setiap SPPG.

Dalam praktiknya, data tersebut menjadi dasar penetapan surat ketetapan sementara. BGN kemudian mencocokkan informasi dapur dengan sekolah penerima MBG.

Yang menarik, BGN mengambil langkah khusus terhadap 463 dapur. SPPG tersebut mendapat suspend sementara selama 10 hari untuk melengkapi data.

463 SPPG Tunggu Kelengkapan Data

Selanjutnya, BGN akan mengonfirmasi data kepada sekolah terkait. Proses tersebut bertujuan memastikan layanan MBG benar-benar diterima oleh sekolah yang tercatat.

Di sisi lain, pembenahan tidak berhenti pada pendataan dapur. BGN juga menyiapkan perluasan layanan ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.

Sudaryono menargetkan aktivasi dapur di wilayah 3T mulai September. Prioritasnya mencakup Papua, Maluku, Maluku Utara, NTT, dan NTB.

Patut dicermati, BGN akan mengatur aktivasi SPPG melalui peraturan badan baru. Aturan tersebut bertujuan menjaga pelaksanaan program tetap sesuai ketentuan hukum.

Sementara itu, BGN juga menjajaki teknologi BRIN untuk menguji kualitas hidangan. Teknologi tersebut menggunakan sensor yang menangkap uap makanan.

Secara faktual, sensor itu menganalisis unsur kimia dari uap hidangan MBG. Namun, BGN belum menentukan apakah alat tersebut akan berada di SPPG atau sekolah.

Selain itu, ketersediaan anggaran masih menjadi pertimbangan sebelum teknologi tersebut diterapkan. Sudaryono juga membuka peluang adopsi inovasi dari pihak lain.

Dengan kata lain, pembenahan MBG kini berjalan melalui beberapa jalur sekaligus. BGN menata data, menyiapkan wilayah 3T, memperkuat aturan, serta menguji dukungan teknologi.