Purbaya Yudhi Sadewa, bahasa kitaPurbaya nyatakan dukungan penuh target pertumbuhan ekonomi 8 persen Prabowo, capai lapangan kerja formal lewat pertumbuhan bertahap di atas 6 persen.

Target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto mendapat dukungan penuh dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menegaskan angka tersebut bisa dicapai secara bertahap.

Target pertumbuhan ekonomi 8 persen kembali mencuat setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dukungannya secara terbuka. Pernyataan ini disampaikan dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Makanya ketika Pak Presiden Prabowo bilang 8 lah, saya setuju dah 8 cepatnya. Tentunya kita capai secara bertahap,” katanya.

Strategi Bertahap Menuju Pertumbuhan 8 Persen

Purbaya menjelaskan, pemerintah tidak akan langsung mengejar angka 8 persen dalam waktu singkat. Pendekatan bertahap dipilih agar fondasi ekonomi tetap kuat sekaligus realistis dijalankan.

Menurutnya, pertumbuhan di atas 6 persen sudah menjadi titik penting. Pada level tersebut, penciptaan lapangan kerja formal mulai kembali bergairah.

Dampak Pertumbuhan Tinggi bagi Lapangan Kerja

Selain itu, Purbaya menyoroti kaitan erat antara pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja formal. Semakin cepat ekonomi tumbuh, semakin besar pula peluang kerja yang tercipta.

Nanti pelan-pelan lapangan kerja formal kalau tercipta, kalau kita tumbuh lebih cepat dari 6, lapangan kerja tercipta, itu pendapatan masyarakat menengah meningkat, tercipta masyarakat menengah baru,” ujarnya.

Kaitan dengan Reindustrialisasi Nasional

Di sisi lain, pemerintah juga tengah mendorong reindustrialisasi guna mendukung pencapaian target pertumbuhan tersebut. Purbaya menyebut transformasi dari sektor pertanian ke manufaktur sempat terhenti akibat krisis.

Ia berharap proses pemulihan industri dapat berjalan beriringan dengan percepatan pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu, target 8 persen bukan sekadar angka di atas kertas.

Konsekuensinya jelas, pemerintah perlu menjaga konsistensi kebijakan agar tahapan menuju pertumbuhan tinggi tersebut tidak meleset dari target yang sudah ditetapkan.