kemitraan UMKM ritel, bahasa kitaKemitraan UMKM dan ritel modern memperluas akses produk lokal. Lebih dari 60 persen etalase ritel kini diisi produk UMKM dalam negeri.

Kemitraan UMKM dan ritel modern menjadi pola baru perluasan pasar produk lokal. Mendag Budi Santoso menyebut lebih dari 60 persen produk di etalase ritel modern kini berasal dari UMKM dalam negeri.

Kemitraan UMKM dan ritel modern menjadi sorotan setelah pemerintah mencatat serapan produk lokal telah melampaui 60 persen.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan angka tersebut menunjukkan produk UMKM semakin mendapat ruang dalam jaringan perdagangan modern.

Menurut Budi, pencapaian itu tidak lagi mengandalkan kewajiban persentase seperti kebijakan sebelumnya. Pemerintah kini menggunakan pola kemitraan dengan pelaku ritel.

Aturan 30 Persen Berubah Menjadi Kemitraan

Faktanya, pemerintah sebelumnya mewajibkan ritel modern menyediakan minimal 30 persen produk UMKM. Kebijakan tersebut kemudian mendapat protes dari negara lain.

Negara lain menilai aturan itu sebagai bentuk diskriminasi terhadap produk asing. Akibatnya, kebijakan tersebut mendapat pengusutan.

Selanjutnya, pemerintah mengubah pendekatan melalui kemitraan dengan Aprindo dan Hippindo. Pola ini membuka ruang bagi produk UMKM masuk ke jaringan perdagangan modern.

Budi menyebut produk lokal kini sudah banyak dijual di mal, department store, dan berbagai jaringan ritel modern.

METRO Perluas Akses Produk Lokal

Sementara itu, METRO Department Store menjadi salah satu jaringan yang memberi ruang bagi produk UMKM. Presiden Komisaris METRO Anita Ratnasari Tanjung menyebut produk lokal yang masuk telah melewati proses kurasi.

Ia menilai kualitas produk UMKM yang masuk METRO sudah memenuhi standar yang diperlukan untuk dipasarkan melalui department store.

Yang menarik, perkembangan tersebut berlangsung setelah CT Corp memiliki 100 persen saham METRO. Sebelumnya, kepemilikan department store itu berada di tangan Metro Holding Singapore.

Di sisi lain, Anita menyebut dukungan terhadap UMKM menjadi bagian dari langkah METRO membuka akses pasar bagi produk lokal.

Dengan demikian, kemitraan menjadi pendekatan utama dalam mempertemukan pelaku UMKM dengan jaringan perdagangan modern.

Selain itu, proses kurasi membuat produk lokal yang masuk ke jaringan ritel tetap melalui penilaian kualitas. Pola tersebut menjadi bagian dari perkembangan akses pasar UMKM di Indonesia.