Surakman ABK Arupadhatu 1Surakman ABK Arupadhatu 1 teridentifikasi lewat pemeriksaan DVI setelah jasad ditemukan di perairan Enggano, Bengkulu.Surakman ABK Arupadhatu 1 teridentifikasi lewat pemeriksaan DVI setelah jasad ditemukan di perairan Enggano, Bengkulu.

Surakman, ABK Arupadhatu 1, ditemukan di perairan Enggano setelah pencarian korban kapal yang hilang di Selat Sunda.

Surakman, ABK Arupadhatu 1, akhirnya teridentifikasi setelah jasadnya ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu.

Korban ditemukan pada hari kelima operasi SAR, Sabtu (12/9). Saat ditemukan, identitas jasad belum diketahui sehingga petugas membawanya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan jasad tersebut ditemukan di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Bengkulu Utara.

Identitas Surakman Dipastikan Lewat Pemeriksaan DVI

Setelah evakuasi, petugas menerbangkan jasad ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu. Tim kemudian menjalankan pemeriksaan yang berlangsung sekitar sepekan.

Sementara itu, Polda Banten berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk mencocokkan data antemortem dan postmortem.

Hasil pemeriksaan DNA kemudian mencocokkan jasad tersebut dengan anggota keluarga. Pemeriksaan DVI memastikan identitas korban sebagai Surakman.

“Hasil identifikasi berdasarkan pemeriksaan DVI, secara genetik, jenazah teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK Kapal,” kata Hengki.

Surakman Salah Satu dari Tiga Awak Kapal

Surakman merupakan satu dari tiga awak KM Arupadhatu 1. Kapal tersebut membawa lima jurnalis saat hilang kontak di Selat Sunda.

Warta bertugas sebagai kapten kapal, sedangkan Heriyanto menjadi pemandu. Kelimanya bersama para jurnalis berangkat dari dermaga Carita, Pandeglang.

Kapal itu berangkat pada Senin (7/9) untuk membawa para jurnalis meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Setelah itu, kapal kehilangan kontak di sekitar Selat Sunda.

Operasi pencarian melibatkan tim SAR dari Banten, Lampung, hingga Bengkulu. Namun, selama 10 hari pencarian, petugas tidak menemukan kapal maupun delapan orang di dalamnya.

Akibatnya, operasi SAR resmi berakhir pada Kamis (17/9). Sehari setelahnya, keluarga korban melakukan tabur bunga di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Dalam konferensi pers pada Rabu (23/9), Hengki menyampaikan jasad Surakman akan diterbangkan ke Banten. Jenazah dijadwalkan tiba melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (24/9).

Selanjutnya, tim terpadu bersama Pemerintah Provinsi Banten dan Basarnas akan menerima kedatangan jenazah sebelum menyerahkannya kepada keluarga.