Aplikasi NurammaAplikasi Nuramma, Aplikasi pembelajaran Al-Qur’an berbasis AI.

Bahasa Kita – Aplikasi AI Penghafal Al-Qur’an bernama Nuramma hadir dengan pendekatan yang berbeda dalam membantu anak-anak belajar menghafal ayat suci. Dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Mataram, Ali An Nuur, aplikasi ini menggabungkan kecerdasan buatan, gamifikasi, dan fitur aksesibilitas dalam satu platform.

Tak hanya itu, Nuramma dirancang agar anak dapat belajar secara mandiri tanpa harus selalu didampingi orang tua atau guru. Sistem di dalam aplikasi mampu menyimak bacaan pengguna dan memberikan umpan balik secara langsung.

Inovasi tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Ali meraih kemenangan dalam ajang Swift Student Challenge 2026 yang diselenggarakan Apple.

AI Menyimak Bacaan Al-Qur’an Secara Real-Time

Fitur utama dalam Aplikasi AI Penghafal Al-Qur’an ini adalah Speech to Text Correction berbasis AI-powered speech recognition. Teknologi tersebut memungkinkan sistem mendengarkan bacaan ayat yang dilafalkan pengguna melalui mikrofon perangkat.

Selanjutnya, aplikasi akan mencocokkan setiap kata dengan teks yang tersedia. Jika pelafalan sesuai, kata tersebut langsung berubah menjadi warna hijau pada layar.

Dengan kata lain, proses belajar terasa seperti sedang melakukan murojaah bersama seorang pembimbing. Anak juga dapat mengetahui kesalahan dan kemajuan bacaannya secara langsung.

Ini meniru pengalaman murojaah, seolah-olah ada seorang ustadz virtual yang sedang menyimak bacaan mereka dengan sabar,” kata Ali.

Sistem On-Device Jaga Privasi Pengguna

Yang jadi sorotan, seluruh pemrosesan kecerdasan buatan dalam Nuramma berjalan langsung di perangkat. Artinya, aplikasi tidak mengirim rekaman suara pengguna ke server eksternal.

Menurut Ali, keputusan tersebut berkaitan dengan perlindungan data anak-anak. Ia menilai suara pengguna saat membaca Al-Qur’an merupakan informasi yang bersifat pribadi dan sensitif.

Selain itu, pendekatan on-device membuat aplikasi tetap dapat digunakan tanpa koneksi internet. Dalam praktiknya, fitur ini penting bagi pengguna yang berada di wilayah dengan akses jaringan terbatas.

Meski demikian, sistem tersebut menghadirkan tantangan tersendiri. Ali harus menyesuaikan performa AI dengan keterbatasan perangkat sekaligus memenuhi batas ukuran aplikasi maksimal 25 MB dalam kompetisi.

Teknologi AI Disesuaikan untuk Bacaan Qur’ani

Secara faktual, pengembangan fitur pengenal suara Al-Qur’an tidak semudah mengolah percakapan bahasa Arab sehari-hari. Apple Speech Framework memang mendukung bahasa Arab, namun lebih difokuskan pada komunikasi modern.

Karena itu, Ali mengembangkan mekanisme pencocokan kata yang lebih fleksibel. Sistem tersebut dirancang agar mampu memahami variasi pelafalan yang sering muncul saat anak-anak membaca Al-Qur’an.

Akibatnya, pengalaman belajar menjadi lebih relevan dengan kebutuhan pengguna yang sedang menghafal ayat dan mempelajari tajwid.

Gamifikasi Bikin Belajar Lebih Menarik

Selain mengandalkan AI, Nuramma juga mengusung konsep gamifikasi. Fitur ini bertujuan menjaga motivasi belajar agar anak tidak cepat merasa bosan.

Aplikasi menyediakan mode Challenge yang menghadirkan kuis interaktif lengkap dengan umpan balik visual dan efek haptic. Menurut Ali, desain tersebut terinspirasi dari aplikasi belajar bahasa yang akrab digunakan anak-anak.

Yang menarik, pendekatan ini membuat proses menghafal terasa lebih menyenangkan sekaligus mendorong konsistensi belajar setiap hari.

Dilengkapi Fitur untuk Anak Tunarungu

Di sisi lain, Nuramma juga membawa misi inklusivitas. Aplikasi ini mendukung Quran Sign Language untuk membantu anak-anak dengan gangguan pendengaran mempelajari Al-Qur’an.

Selain itu, tersedia mode Read & Learn yang memuat teks ayat, transliterasi, terjemahan, serta panduan audio dalam satu tampilan.

Menurut Ali, aksesibilitas bukan sekadar pelengkap. Ia memandang setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh sarana belajar yang memadai.

Rencana Pengembangan Nuramma

Mengacu pada pengembangan berikutnya, Ali berencana menambahkan sejumlah fitur baru. Beberapa di antaranya meliputi panduan tajwid, pelacak progres harian, serta dukungan multi-bahasa.

Lebih jauh, ia ingin memperluas materi pembelajaran ke juz-juz lainnya sehingga Nuramma dapat berkembang menjadi ekosistem pembelajaran Al-Qur’an yang lebih lengkap.