iPhone Ultra menjadi target ambisius Apple dengan proyeksi penjualan 10 juta unit, meski harga ponsel lipat pertamanya diperkirakan mencapai Rp45 juta hingga Rp54 juta.
iPhone Ultra diproyeksikan menjadi ponsel lipat pertama Apple dengan target penjualan mencapai 10 juta unit. Angka tersebut meningkat dibanding perkiraan sebelumnya yang berada di kisaran 7 juta hingga 8 juta unit, meski perangkat ini diprediksi hadir dengan harga premium.
Menurut prediksi lembaga riset IDC, iPhone Ultra akan dibanderol dengan harga rata-rata 2.500 dollar AS atau sekitar Rp45 juta. Sementara itu, varian penyimpanan tertinggi diperkirakan dijual hingga 3.000 dollar AS atau sekitar Rp54 juta.
Target Ambisius di Tengah Persaingan Ponsel Lipat
Jika proyeksi tersebut terwujud, iPhone Ultra akan menjadi iPhone dengan harga paling tinggi yang pernah dipasarkan Apple. Meski begitu, perusahaan tetap membidik penjualan besar pada tahun pertama peluncurannya.
Secara faktual, Apple memasuki segmen ponsel lipat setelah Samsung dan Huawei lebih dahulu membangun pasar. Samsung mulai memasarkan ponsel lipat sejak 2019, sedangkan Huawei memperkuat posisinya di pasar China. Selain itu, model clamshell kini semakin dikenal sehingga kategori ponsel lipat tidak lagi dianggap sebagai pasar terbatas.
Berdasarkan laporan Counterpoint Research, pesanan panel layar ponsel lipat global diperkirakan mencapai sekitar 27,5 juta unit pada 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari total pesanan itu, iPhone Ultra diperkirakan menguasai sekitar 29 persen pangsa pasar panel layar ponsel lipat. Angka tersebut berada di bawah Samsung yang diproyeksikan menguasai 31 persen, namun melampaui Huawei yang diperkirakan meraih 24 persen.
Dengan demikian, Apple berpeluang langsung menempati posisi kedua di pasar ponsel lipat global pada tahun pertama kehadiran produknya.
Yang menarik, Samsung Display diperkirakan menjadi pemasok panel OLED untuk iPhone Ultra. Dalam praktiknya, kondisi tersebut membuat Samsung tetap memperoleh keuntungan dari rantai pasok meski produk ponselnya bersaing langsung dengan Apple di pasar akhir.
Kolaborasi semacam itu bukan hal baru. Sebelumnya, Samsung Display juga telah menjadi salah satu pemasok utama panel OLED untuk berbagai model iPhone reguler yang dipasarkan Apple.
