Bahasa Kita – Bojan Hodak akhirnya mengungkap alasan dirinya meninggalkan Persib Bandung setelah sukses membawa klub itu meraih tiga gelar beruntun. Pelatih asal Kroasia tersebut mengaku membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah menghadapi tekanan tinggi selama menangani Persib.
Kabar kepergian Bojan langsung menyita perhatian publik sepakbola nasional. Persib Bandung sebelumnya mengonfirmasi bahwa kerja sama dengan sang pelatih tidak berlanjut usai perayaan gelar ketiga berturut-turut.
Yang jadi sorotan, keputusan itu muncul saat performa Persib sedang berada di level tertinggi. Tak sedikit Bobotoh mempertanyakan alasan di balik langkah Bojan meninggalkan kursi pelatih.
Bojan pun akhirnya buka suara mengenai keputusan tersebut. Ia menegaskan kondisi pribadi menjadi alasan utama dirinya memilih berhenti sejenak dari tekanan kompetisi.
“Saya masih butuh sedikit istirahat karena alasan pribadi. Tapi, saya akan tetap berada di sekitar sini,” katanya, dikutip dari laman Persib.
Bojan Hodak Akui Tekanan di Persib Sangat Tinggi
Dalam praktiknya, menangani Persib Bandung bukan pekerjaan ringan. Ekspektasi besar dari suporter membuat tekanan terhadap pelatih selalu tinggi setiap musim.
Apalagi Persib baru saja mencatat prestasi besar dengan meraih tiga gelar secara beruntun. Situasi itu membuat tuntutan kepada tim semakin besar.
Bojan menyadari klub akan menghadapi tantangan lebih berat pada musim berikutnya. Menurutnya, semua lawan pasti memiliki motivasi lebih untuk menghentikan dominasi Persib.
“Tekanannya akan lebih besar. Ketika Anda menang tiga kali, semua orang pasti punya motivasi ekstra untuk mengalahkan Anda. Itu normal, tapi saya yakin klub ini mampu mengatasinya,” ucap Bojan.
Di sisi lain, ia juga memahami sosok pelatih pengganti nantinya akan menghadapi ekspektasi yang tidak mudah. Sebab, publik akan membandingkan pencapaian sebelumnya dengan hasil yang diraih musim depan.
Bojan Hodak Tetap Siap Membantu Persib Bandung
Meski tidak lagi menjadi pelatih kepala, Bojan memastikan hubungannya dengan Persib tetap berjalan baik. Ia mengaku masih siap membantu manajemen bila diperlukan.
Hal ini terlihat dari pernyataannya yang tetap membuka komunikasi dengan klub. Menurutnya, masih ada beberapa aspek yang dapat ditingkatkan Persib ke depan.
“Dan saya siap membantu memberikan saran atau masukkan kapan pun manajemen membutuhkan sesuatu, terutama pada aspek-aspek yang masih bisa ditingkatkan,” kata Bojan Hodak.
Pernyataan itu sekaligus menunjukkan perpisahan antara Bojan dan Persib berlangsung tanpa konflik terbuka. Situasi tersebut berbeda dengan sejumlah pergantian pelatih di klub besar lainnya.
Pada sisi yang sama, Bojan juga meminta Bobotoh tidak terlalu khawatir menghadapi perubahan di kursi pelatih.
Igor Tolic Dipastikan Jadi Pengganti Bojan Hodak
Persib Bandung sudah menentukan sosok pengganti Bojan Hodak. Posisi pelatih kepala akan diberikan kepada Igor Tolic.
Sebelumnya, Igor berstatus asisten pelatih mendampingi Bojan selama menangani Persib. Kini pria asal Kroasia itu mendapat tanggung jawab lebih besar untuk menjaga performa tim.
Yang menarik, keputusan menunjuk Igor dinilai memberi keuntungan tersendiri bagi Persib. Ia sudah memahami karakter pemain dan sistem permainan yang berjalan selama ini.
Namun pada kenyataannya, tekanan terhadap Igor dipastikan jauh lebih besar. Ia akan menghadapi tuntutan mempertahankan dominasi Persib di kompetisi berikutnya.
Bojan sendiri menilai Persib sebagai klub besar yang akan terus berjalan meski mengalami pergantian pemain maupun pelatih.
“Klub ini lebih besar daripada pelatih manapun atau pemain manapun. Akan selalu ada pemain dan pelatih baru, namun klub akan tetap terus berjalan dengan baik,” tutur Bojan Hodak.
Secara faktual, perubahan di tubuh Persib kini menjadi perhatian besar publik sepakbola Indonesia. Apalagi Bojan meninggalkan warisan prestasi yang cukup tinggi selama menangani Maung Bandung.
