Daerah

Dana Stimulan Rumah Rusak Gempa NTT Cair Mulai Oktober

BNPB pastikan dana stimulan rumah rusak gempa NTT mulai cair Oktober ini, dengan nilai bantuan hingga Rp30 juta per rumah rusak sedang.
BNPB pastikan dana stimulan rumah rusak gempa NTT mulai cair Oktober ini, dengan nilai bantuan hingga Rp30 juta per rumah rusak sedang.

BNPB memastikan dana stimulan rumah rusak ringan dan sedang akibat gempa NTT mulai cair Oktober ini. Warga terdampak bisa menerima hingga Rp30 juta per rumah.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memastikan dana stimulan untuk rumah rusak ringan dan sedang akibat gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) akan segera cair pada Oktober ini, seiring rampungnya proses verifikasi data penerima.

Gempa bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Agustus lalu berdampak pada tujuh kabupaten di NTT, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ende, Ngada, Sikka, dan Flores Timur.

"Skema bantuan tersebut meliputi bantuan pembangunan hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), distribusi Dana Tunggu Hunian (DTH), dan Dana Stimulan Rumah Rusak Ringan dan Sedang," kata Suharyanto seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (2/10).

Verifikasi Dana Stimulan Rumah Rusak NTT Hampir Rampung

Suharyanto menjelaskan bahwa verifikasi data untuk dana stimulan rumah rusak ringan dan sedang saat ini sudah memasuki tahap akhir, dengan sebagian besar data penerima telah terverifikasi.

"Saya sudah perintahkan agar di bulan Oktober ini, secepatnya dana tersebut sudah bisa disalurkan dan dicairkan oleh warga yang berhak menerima," ucap dia.

Melalui skema dana stimulan ini, warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan akan menerima bantuan biaya perbaikan sebesar Rp15 juta, sementara warga dengan kerusakan sedang akan menerima bantuan sebesar Rp30 juta. Dana tersebut akan disalurkan melalui rekening masing-masing penerima, dengan 75 persen dapat dicairkan tunai dan sisanya dicairkan berdasarkan bukti pembelian material perbaikan rumah.

"Saya tegaskan, dana itu digunakan untuk perbaikan rumah ya," kata Suharyanto.

Skema untuk Rumah Rusak Berat

Sementara itu, bagi warga dengan rumah rusak berat, pemerintah menyediakan skema hunian sementara yang akan dilanjutkan dengan pembangunan hunian tetap. Warga yang memilih tidak tinggal di huntara akan mendapat Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan sambil menunggu huntap selesai dibangun.

"Sembari pendataan berlangsung, proses pembangunan huntara dan huntap sudah dilakukan. Bahkan sudah cukup banyak huntara yang pembangunannya selesai 100 persen," ucap Suharyanto.

Berdasarkan data BNPB yang dimutakhirkan 27 September 2026, jumlah rumah rusak berat, sedang, dan ringan yang telah terverifikasi di NTT mencapai 44.767 unit. Sementara target penerima DTH dan huntara per 28 September 2026 mencapai 4.008 penerima, dengan estimasi total pembiayaan sekitar Rp136,2 miliar.

Untuk progres pembangunan huntara per 29 September 2026, tercatat 124 unit sudah rampung sepenuhnya, 861 unit masih dalam pengerjaan di bawah 50 persen, 117 unit sudah di atas 50 persen, dan 299 unit lainnya masih dalam tahap penyiapan lahan serta droping material.