Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik Astera Primanto Bhakti sebagai Sekjen Kemenkeu baru di Aula Djuanda, Jakarta, Jumat (23/10/2026). Pelantikan lima pejabat eselon I itu menjadi bagian penguatan organisasi sekaligus mengakhiri tugas Robert Leonard Marbun.
Pelantikan berlangsung pukul 10.00 WIB di Aula Djuanda, Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Suahasil melantik lima pejabat pimpinan tinggi madya atau eselon I. Pengangkatan itu mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 141/TPA Tahun 2026.
Robert Leonard Marbun sebelumnya memegang kursi sekretaris jenderal yang kini Astera isi. Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan periode 2025–2026, melantik Robert pada 27 Maret 2026. Astera sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Perbendaharaan.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan mengelola pelaksanaan anggaran dan kas negara. Sekretaris jenderal, di sisi lain, mengoordinasikan administrasi dan dukungan bagi seluruh unit eselon I di kementerian.
Menurut laman Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, sekjen baru itu pernah memimpin Pusat Kebijakan Pendapatan Negara. Pada Februari 2015, ia beralih menjadi Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Penerimaan Negara.
Lima Pejabat Eselon I Kemenkeu yang Dilantik
Daftar pejabat yang menerima jabatan baru mencakup tiga pimpinan unit dan dua staf ahli menteri.
Pertama, Astera Primanto Bhakti menempati jabatan Sekretaris Jenderal Kemenkeu.
Kedua, Tri Budhianto memimpin Direktorat Jenderal Perbendaharaan, posisi yang Astera tinggalkan setelah naik menjadi sekjen.
Ketiga, Nufransa Wira Sakti menjabat Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
Keempat, Neilmaldrin Noor mengisi jabatan Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengawasan Pajak.
Kelima, Hidayat Amir mengisi jabatan Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional.
Nufransa Berstatus Definitif di Perimbangan Keuangan
Askolani sudah tidak menjabat Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan sejak 1 Juli. Nufransa kini mengisi posisi itu setelah sebelumnya bertugas sebagai pelaksana tugas.
Pelantikan ini mengubah status Nufransa dari pelaksana tugas menjadi pejabat definitif. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan mengurus hubungan keuangan pusat dan daerah, termasuk transfer ke daerah.
Arahan Menkeu Suahasil dalam Pelantikan
Suahasil membuka prosesi dengan ucapan syukur sebelum menyatakan pelantikan secara resmi.
"Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas taufik dan hidayah-Nya, maka pada hari ini, Jumat, tanggal 23 Oktober tahun 2026, saya Menteri Keuangan dengan ini resmi melantik saudara-saudara dalam jabatan yang baru di lingkungan Kementerian Keuangan," ujar Suahasil.
Dalam arahannya, Suahasil menekankan penguatan organisasi dan peningkatan efektivitas pengelolaan keuangan negara. Ia juga mengingatkan bahwa sumpah jabatan bukan sekadar formalitas. Menurut dia, sumpah itu merupakan komitmen yang harus dipertanggungjawabkan dalam pelaksanaan tugas.
Perombakan Kedua sejak Suahasil Menjabat
Suahasil mulai menjabat Menteri Keuangan pada 14 September 2026. Presiden Prabowo Subianto melantiknya di Istana Negara, Jakarta, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, menurut laporan Katadata.
Sebelum menjadi menteri, ia menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2019, menurut Fortune IDN. Karier birokrasinya mencakup jabatan Kepala Badan Kebijakan Fiskal secara definitif sejak 31 Oktober 2016.
Pada 21 September 2026, ia melantik 14 pejabat pimpinan tinggi pratama Kemenkeu. Ia juga melantik sejumlah pejabat di Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Pelantikan hari ini menjadi perubahan susunan pejabat kedua sejak ia menjabat.
Suahasil menyebut pelantikan tersebut sebagai bagian dari proses adaptasi dan penguatan organisasi Kemenkeu. Ia pernah menegaskan bahwa pergantian menteri bukan perubahan arah, melainkan kelanjutan pekerjaan, menurut Bisnis.com.
Makna Jabatan Eselon I dan Staf Ahli
Jabatan pimpinan tinggi madya, atau eselon I, berada langsung di bawah menteri dalam struktur kementerian.
Staf ahli menteri memberi telaahan kepada menteri sesuai bidang masing-masing, misalnya perpajakan atau ekonomi makro.
Dua staf ahli yang baru dilantik menangani bidang pengawasan pajak serta ekonomi makro dan keuangan internasional.
Pelantikan ini mengubah susunan pimpinan Kemenkeu pada tingkat eselon I. Para pejabat baru kini menjalankan tugas di bawah arahan Suahasil dalam pengelolaan keuangan negara.
Redaksi memperbarui artikel ini pada Jumat, 23 Oktober 2026. Sumber data meliputi keterangan Kemenkeu, Keputusan Presiden Nomor 141/TPA Tahun 2026.