Bahasa Kita – Helmi Hasan mulai merealisasikan pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu dengan menghadirkan garbarata yang tiba pada Kamis malam, 7 Mei 2026. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian penting dari pembangunan terminal baru sekaligus peningkatan layanan transportasi udara di Bengkulu.
Garbarata selama ini menjadi fasilitas yang dinantikan masyarakat karena penumpang di Bandara Fatmawati Soekarno masih harus berjalan kaki menuju pesawat saat keberangkatan maupun kedatangan.
Kedatangan garbarata itu juga menandai mulai terealisasinya komitmen Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang sebelumnya menyampaikan rencana modernisasi fasilitas bandara setelah resmi dilantik.
“Insya Allah minta doanya tahun ini Bandara Fatmawati Soekarno, yang merupakan bandara kebanggaan masyarakat Bumi Merah Putih, akan hadir garbarata,” ujar Helmi Hasan beberapa waktu lalu.
Garbarata Jadi Bagian Pengembangan Terminal Baru
General Manager Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Muhamad Haekal, menjelaskan garbarata tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan terminal baru yang masih berlangsung.
Menurutnya, pengembangan terminal dilakukan untuk meningkatkan kapasitas bandara sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan penerbangan di Bengkulu yang terus berkembang.
Dalam praktiknya, pembangunan terminal baru tidak hanya berfokus pada penambahan fasilitas fisik. Pengelola bandara juga menargetkan peningkatan standar pelayanan bagi pengguna jasa penerbangan.
Yang jadi sorotan, keberadaan garbarata dinilai menjadi simbol perubahan wajah Bandara Fatmawati Soekarno menuju fasilitas transportasi udara yang lebih modern.
Dengan adanya fasilitas tersebut, penumpang nantinya dapat langsung menuju pesawat melalui jalur penghubung tertutup tanpa harus berada di area terbuka.
Pembangunan Bandara Didampingi Kejaksaan Tinggi Bengkulu
Muhamad Haekal mengatakan seluruh proses pembangunan terminal baru mendapat pendampingan dari Kejaksaan Tinggi Bengkulu.
Pendampingan dilakukan agar proyek berjalan sesuai aturan serta target pembangunan yang telah ditentukan sejak awal.
“Pendampingan dilakukan supaya pelaksanaan pembangunan berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan,” ujar Haekal, Sabtu 9 Mei 2026.
Di sisi lain, detail teknis progres pembangunan sepenuhnya berada di bawah kendali Angkasa Pura pusat. Meski begitu, pihak bandara memperkirakan terminal baru bersama fasilitas garbarata mulai dapat difungsikan pada akhir kuartal ketiga atau awal kuartal keempat tahun ini.
Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu Terus Berbenah
Tak hanya pembangunan terminal baru, kawasan Bandara Fatmawati Soekarno juga tengah mengalami pengembangan lain berupa pemindahan menara pengatur lalu lintas penerbangan oleh AirNav Indonesia.
Hal ini terlihat dari sejumlah pekerjaan infrastruktur yang masih berjalan di area bandara untuk mendukung operasional penerbangan ke depan.
Dalam konteks tersebut, pengembangan fasilitas bandara menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas udara Bengkulu dengan daerah lain.
Selain meningkatkan kenyamanan penumpang, pembenahan fasilitas juga diarahkan untuk menciptakan pengalaman perjalanan udara yang lebih aman dan representatif bagi masyarakat maupun pengguna jasa penerbangan dari luar daerah.
Pada sisi yang sama, kehadiran garbarata menjadi perubahan paling terlihat dalam pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno karena fasilitas tersebut selama ini belum tersedia di bandara kebanggaan masyarakat Bengkulu itu.
