Eco-Friendly School SumedangEco-Friendly School Sumedang

Bahasa Kita – Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, memperkuat penerapan program Eco-Friendly School untuk membangun budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar. Program tersebut difokuskan untuk mengurangi volume sampah sekaligus membentuk kebiasaan ramah lingkungan sejak usia dini.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan program itu menjadi bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah di daerahnya yang mencapai lebih dari 176 ribu ton per tahun atau sekitar 483 ton per hari.

Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi ruang strategis dalam membangun kesadaran lingkungan.

Kami ingin sekolah menjadi pusat perubahan, bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga ruang strategis membangun kesadaran dan perilaku ramah lingkungan dalam merespons persoalan sampah,” ujar Dony Ahmad Munir, Sabtu 9 Mei 2026.

Program Eco-Friendly School mengusung konsep Zero Waste School yang diterapkan di seluruh institusi pendidikan secara bertahap.

Eco-Friendly School Dorong Kebiasaan Ramah Lingkungan

Dalam praktiknya, program tersebut mendorong berbagai aktivitas pengurangan sampah di lingkungan sekolah.

Beberapa di antaranya meliputi pemilahan sampah, menjaga kebersihan sekolah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga membiasakan siswa membawa wadah makanan dan minuman sendiri.

Yang jadi sorotan, sejumlah sekolah mulai menerapkan penggunaan tumbler dan kotak makan guna menekan sampah plastik harian.

Langkah tersebut dinilai mulai membentuk kebiasaan baru di lingkungan sekolah sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak sampah.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap budaya tersebut tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah.

Dony Ahmad Munir menilai gerakan ramah lingkungan perlu berkembang menjadi kebiasaan bersama di tengah masyarakat.

Dony Ahmad Munir
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir

Ini adalah komitmen kami, bukan hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membentuk generasi yang bertanggung jawab terhadap masa depan,” katanya.

Ratusan Sekolah di Sumedang Mulai Terapkan Zero Waste School

Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang melaporkan sekitar 70 persen dari total 725 sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di bawah kewenangannya telah menerapkan program tersebut.

Secara faktual, penerapan Eco-Friendly School dilakukan bertahap agar seluruh sekolah nantinya mampu menjalankan konsep Zero Waste School secara menyeluruh.

Pemerintah daerah juga menargetkan program ini dapat mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir atau TPA.

Hal ini terlihat dari mulai berkurangnya penggunaan plastik sekali pakai di sejumlah sekolah yang telah menjalankan program secara aktif.

Pada praktiknya, sekolah yang lebih bersih dan lingkungan yang tertata menjadi dampak awal yang mulai terlihat setelah program berjalan.

Tak hanya itu, perubahan perilaku siswa juga disebut mulai memberi pengaruh terhadap lingkungan sekitar sekolah.

Pemkab Sumedang Perluas Program Pengurangan Sampah

Selain menjalankan program Eco-Friendly School, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga terus mendorong pengurangan sampah dari sumbernya.

Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat serta peningkatan partisipasi publik dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Pemerintah daerah juga memperluas pembentukan bank sampah dan pengolahan kompos sebagai bagian dari strategi pengurangan sampah.

Dalam konteks tersebut, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu fokus utama karena persoalan sampah dinilai tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah.

Dengan kata lain, program Eco-Friendly School diposisikan sebagai pintu awal membangun kesadaran lingkungan yang lebih luas melalui pendidikan dan kebiasaan sehari-hari di sekolah.