Hiburan

Petisi Doctor X Mencuat, Kim Ji Won Disorot usai Gwangju

Petisi Doctor X
Petisi Doctor X

Petisi Doctor X muncul di sistem elektronik Majelis Nasional Korea Selatan pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Petisi tersebut menuntut penghentian penayangan drama yang dibintangi Kim Ji Won usai episode keenam mengangkat tragedi Gwangju 1980.

Drama Korea Doctor X: The Era of the White Mafia tayang di saluran SBS. Serial bergenre medis-kriminal ini dibintangi Kim Ji Won sebagai tokoh utama. Episode keenam tayang pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026, dan langsung memicu perdebatan luas di kalangan penonton Korea Selatan.

Petisi Doctor X diunggah hanya berselang beberapa jam setelah episode tersebut mengudara. Dokumen itu diberi judul Request to Stop Broadcasting the SBS Drama Doctor X. Dalam waktu singkat, petisi berhasil mengumpulkan 100 tanda tangan dukungan sehingga memenuhi ambang awal untuk ditinjau pihak Majelis Nasional.

Asal Mula Kontroversi Episode Keenam Doctor X

Kontroversi bermula dari kisah seorang pasien bernama Oh Sang Beom. Karakter fiktif ini digambarkan memiliki kemiripan dengan mantan pemimpin Korea Selatan, Chun Doo Hwan. Pemerintahan Chun Doo Hwan dikenal luas berkaitan dengan penindasan Gerakan Demokratisasi 18 Mei di Gwangju pada 1980.

Penonton menilai kisah sejarah tersebut terlalu mendominasi alur drama medis ini. Sebagian lain menganggap penyisipan isu politik itu kurang relevan dengan jalan cerita utama. Perdebatan pun meluas dari media sosial hingga ke ranah petisi resmi.

Isi Tuntutan dalam Petisi Doctor X

Pengaju petisi meminta Majelis Nasional memverifikasi proses produksi drama tersebut. Mereka juga mendesak agar penayangan Doctor X dihentikan sementara waktu. Dalam dokumen resminya, pemohon menulis "Pemohon meminta proses produksi diverifikasi dan penayangannya dihentikan."

Pemohon menilai kisah seputar Gerakan 18 Mei dihadirkan secara mencolok. Mereka menganggap porsi cerita itu tidak proporsional dengan tema utama drama. Ketidaknyamanan itulah yang mendorong lahirnya petisi penghentian penayangan.

Mekanisme Petisi di Majelis Nasional Korea Selatan

Warga Korea Selatan dapat mengajukan petisi melalui situs resmi Majelis Nasional menggunakan identitas resmi mereka. Dalam 30 hari pertama, sebuah petisi wajib mendapat minimal 100 dukungan agar bisa ditinjau lebih lanjut. Ketua Majelis kemudian memutuskan status petisi dalam tujuh hari berikutnya.

Petisi Doctor X sudah melewati ambang 100 dukungan tersebut. Meski demikian, jumlah itu belum cukup untuk memaksa tindakan nyata. Sebuah petisi baru akan diuji secara serius oleh Majelis Nasional setelah terkumpul 50 ribu dukungan warga.

Rating Tinggi di Tengah Kontroversi

Ironisnya, kontroversi ini muncul bersamaan dengan pencapaian rating tertinggi Doctor X. Episode keenam mencatat rating pemirsa rumah tangga nasional sebesar 19,5 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang penayangan drama ini.

Capaian rating itu menunjukkan animo penonton tetap tinggi meski polemik terus bergulir. Sebagian penonton bahkan mengaku penasaran usai kontroversi ini viral di media sosial. Situasi ini menciptakan paradoks antara kritik publik dan minat menonton yang justru meningkat.

Sikap Pihak Produksi Doctor X

Hingga kini, pihak Studio S selaku rumah produksi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuntutan petisi. Lee Ok Gyu, chief producer Doctor X, sempat mengunggah poster drama di media sosial pada hari yang sama episode keenam tayang. Unggahan itu disertai keterangan singkat "No Fear."

Unggahan tersebut menuai beragam tafsir dari warganet Korea Selatan. Sebagian menilai pernyataan itu sebagai sikap percaya diri tim produksi. Belum ada konfirmasi resmi apakah unggahan tersebut memang merespons kontroversi yang sedang berlangsung.

Hingga laporan ini disusun, Majelis Nasional Korea Selatan belum mengambil keputusan resmi atas petisi Doctor X. Tahap peninjauan awal masih berjalan dan bukan merupakan keputusan penghentian siaran. Publik kini menanti kelanjutan drama ini di episode-episode berikutnya.