Indri Wahyuni Juri LCC 4 Pilar MPR RIIndri Wahyuni Juri LCC 4 Pilar MPR RI

Bahasa Kita – Nama Indri Wahyuni menjadi sorotan publik setelah polemik Final Lomba Cerdas Cermat atau LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat viral di media sosial.

Indri yang diketahui merupakan pejabat di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI ramai diperbincangkan setelah komentarnya kepada peserta SMAN 1 Pontianak menuai kritik dari warganet.

Polemik bermula saat babak final membahas materi hukum ketatanegaraan terkait pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK.

Dalam sesi tersebut, Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan mengenai proses pemilihan anggota BPK dengan menyebut keterlibatan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan presiden.

Namun dewan juri memberikan pengurangan poin dengan alasan frasa “Dewan Perwakilan Daerah” atau DPD tidak terdengar jelas saat jawaban disampaikan.

Situasi menjadi sorotan setelah pertanyaan serupa diberikan kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas dan mendapatkan nilai penuh.

Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10,” ujar juri Dyastasita Widya Budi dalam video yang beredar di media sosial.

Dyastasita Widya Budi Juri LCC 4 Pilar MPR RI
Dyastasita Widya Budi Juri LCC 4 Pilar MPR RI

Indri Wahyuni Disorot usai Komentar soal Artikulasi Peserta

Merasa dirugikan, peserta dari SMAN 1 Pontianak kemudian menyampaikan protes langsung kepada dewan juri.

Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama,” kata salah satu perwakilan Regu C.

Di tengah situasi tersebut, Indri Wahyuni memberikan tanggapan dengan menyoroti artikulasi peserta saat menjawab pertanyaan.

Artikulasi itu penting, jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah tapi dewan juri tidak mendengar artikulasi dengan jelas maka dewan juri berhak memberikan minus lima,” kata Indri.

Pernyataan itu kemudian memicu kritik luas dari publik di media sosial.

Yang jadi sorotan, sejumlah warganet menilai komentar tersebut terkesan menyalahkan peserta yang mempertanyakan keputusan juri.

Istilah gaslighting bahkan ramai digunakan netizen untuk menggambarkan respons yang disampaikan dalam video tersebut.

Dalam konteks psikologi populer, gaslighting merujuk pada tindakan yang membuat seseorang mempertanyakan persepsi atau keyakinannya sendiri.

Indri Wahyuni Diketahui Pejabat di Lingkungan MPR RI

Berdasarkan laman resmi MPR RI per 11 Mei 2026, Indri Wahyuni menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI.

Posisi tersebut membuatnya aktif terlibat dalam berbagai agenda sosialisasi Empat Pilar MPR RI di sejumlah daerah.

Tak hanya itu, nama Indri kini semakin dikenal publik setelah video polemik final LCC Empat Pilar Kalimantan Barat tersebar luas dan ditonton jutaan kali di media sosial.

Dalam perkembangan selanjutnya, polemik tersebut juga mendorong respons langsung dari pimpinan MPR RI.

MPR RI Sampaikan Permintaan Maaf

Muhammad Akbar Supratman
Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman

Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman telah menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait polemik final LCC Empat Pilar tersebut.

Pihak MPR RI juga menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlombaan.

Evaluasi itu mencakup mekanisme penilaian hingga kinerja dewan juri agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam agenda perlombaan berikutnya.

Sementara itu, polemik mengenai penilaian final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat masih menjadi perbincangan luas di media sosial.