Krisis Chip GlobalKrisis Chip Picu Penurunan Pasar Smartphone Global pada 2026

Bahasa Kita – Krisis chip memori global diperkirakan memicu kontraksi terbesar dalam sejarah pasar smartphone dunia pada 2026.

Lembaga riset Counterpoint Research memproyeksikan pengiriman smartphone global turun 13,9 persen menjadi 1,08 miliar unit sepanjang tahun ini.

Proyeksi terbaru tersebut dirilis pada 1 Juni 2026 dan lebih buruk dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Sebelumnya, Counterpoint masih memprediksi penurunan pasar smartphone sebesar 12,4 persen pada Februari lalu.

Namun pada kenyataannya, tekanan rantai pasok global terus memburuk akibat dampak perang Iran.

Krisis Chip Bikin Smartphone Murah Terancam Hilang

Counterpoint menyebut kelangkaan chip memori kini semakin menekan industri smartphone global.

Yang jadi sorotan, dampak terbesar dirasakan produsen smartphone kelas bawah.

Produsen chip kini lebih memprioritaskan produksi komponen untuk pengembangan kecerdasan buatan atau AI.

Akibatnya, produksi smartphone murah menjadi semakin tidak ekonomis.

Dalam praktiknya, sejumlah model smartphone dengan harga di bawah US$150 atau sekitar Rp2,6 juta terancam hilang dari pasar.

Tekanan biaya produksi disebut membuat banyak produsen kesulitan mempertahankan produk murah mereka.

Pada kuartal pertama 2026, harga grosir smartphone global tercatat naik 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, pengiriman smartphone justru turun 3,1 persen pada periode yang sama.

Analis utama Counterpoint Wang Yang menilai kondisi industri saat ini sangat berat bagi produsen ponsel kelas bawah dan menengah.

Para produsen ponsel pintar di kelas bawah dan menengah terjebak di antara kenaikan biaya yang tidak dapat mereka serap dan konsumen dengan daya beli yang terbatas,” kata Wang Yang.

Ia menambahkan tekanan pasar kini bukan lagi soal persaingan pangsa pasar.

Pertanyaannya bukan lagi bagaimana meningkatkan pengiriman atau pangsa pasar, tetapi apakah tetap bertahan di pasar sama sekali,” sambungnya.

Apple dan Samsung Dinilai Lebih Tahan

Di tengah melemahnya pasar smartphone global, segmen premium justru menunjukkan kondisi lebih stabil.

Apple disebut masih mampu mempertahankan performa bisnisnya sepanjang 2026.

Hal ini terlihat dari pencapaian pendapatan kuartalan tertinggi Apple pada tiga bulan pertama tahun ini.

Tingginya minat konsumen terhadap iPhone 17 menjadi salah satu faktor utama.

Counterpoint memperkirakan pengiriman Apple akan tetap stabil sepanjang 2026 sebelum tumbuh lima persen pada 2027.

Dengan kata lain, Apple dianggap memiliki posisi lebih aman dibanding banyak pesaingnya.

Pasokan chip yang lebih stabil dan margin keuntungan tinggi menjadi kekuatan utama perusahaan tersebut.

Sementara itu, Samsung Electronics diprediksi hanya mengalami penurunan pengiriman sekitar empat persen sepanjang tahun.

Kinerja Samsung dinilai lebih baik dibandingkan rata-rata pasar global.

Stabilitas rantai pasok dan konsistensi portofolio produk menjadi faktor pendukung utama.

Berbeda dengan Apple dan Samsung, produsen smartphone yang fokus pada segmen harga murah diperkirakan menghadapi tekanan besar.

Transsion menjadi salah satu perusahaan yang paling terdampak.

Perusahaan yang mengandalkan pasar smartphone di bawah US$150 itu diproyeksikan mengalami penurunan pengiriman hingga 32 persen.

Tak hanya itu, Xiaomi dan Honor juga diperkirakan mencatat penurunan signifikan.

Xiaomi diprediksi mengalami penurunan pengiriman sebesar 28 persen sepanjang 2026.

Sementara Honor diperkirakan turun sekitar 20 persen.

Secara garis besar, krisis chip memori global kini menjadi tantangan besar bagi industri smartphone dunia.

Dalam konteks tersebut, produsen dengan kemampuan pasokan chip yang kuat diperkirakan lebih mampu bertahan menghadapi tekanan pasar.