Irene Sokoy Ibu Hamil Meninggal

Irene Sokoy dan Anatomi Krisis Kesehatan Papua Menjelang Otsus

bahasakita.id — Peristiwa meninggalnya Irene Sokoy (31) pada 19 November 2025 menyiratkan sejarah panjang kesenjangan layanan kesehatan Papua. Geografi, politik anggaran, serta warisan kebijakan Otsus membentuk struktur yang melingkupi tragedi ini.

Pengalaman Irene, yang dimulai dari perjalanan air ke RSUD Yowari hingga penolakan beruntun di empat rumah sakit, memperlihatkan tarik-menarik antara kapasitas fasilitas dan realitas kebutuhan masyarakat. Pembukaan serviks 5 cm dan ketuban pecah adalah kondisi yang secara medis menuntut keputusan cepat.

Kontroversi biaya menambah lapisan persoalan: antara klaim keluarga dan bantahan rumah sakit. Di Papua, isu biaya sering bertaut dengan ketidakpastian administrasi BPJS.

Reaksi publik melalui tagar #LayaniDuluBayarBelakangan menunjukkan transformasi budaya digital Papua dalam menuntut akuntabilitas. Gubernur Mathius Fakhiri dan Senator Filep Wamafma merespons keras, menandai tekanan politik yang semakin kuat.

Papua mencatat AKI 565, merefleksikan keterbatasan infrastruktur PONEK, transportasi medis, dan ketimpangan tenaga kesehatan. Dalam sejarah Otsus, proporsi anggaran yang tidak berpihak pada kesehatan menjadi sorotan utama.

Tragedi Irene menjadi teks sosial yang memperlihatkan relasi antara negara, fasilitas kesehatan, dan warga. (*)