Jokowi dan PSI menjadi sorotan. BRN meminta Jokowi tetap di atas semua golongan,

Jokowi dan PSI kembali menjadi perbincangan setelah sejumlah relawan menyampaikan pandangan berbeda terkait kemungkinan Presiden ketujuh RI itu bergabung secara resmi dengan partai yang kini dipimpin Kaesang Pangarep. Perdebatan muncul di tengah rencana penyematan jaket PSI kepada Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina.

Jokowi dan PSI kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah kelompok relawan menyampaikan sikap berbeda mengenai kedekatan Presiden ketujuh RI Joko Widodo dengan Partai Solidaritas Indonesia.

Perdebatan itu mencuat usai Relawan Brigade Rakyat Nusantara (BRN) mengaku menyarankan agar Jokowi tidak bergabung ke partai politik mana pun. Di sisi lain, Relawan Militan Gibran Nusantara (MGN) menyatakan siap mendukung keputusan apa pun yang diambil mantan presiden tersebut.

Pandangan itu muncul saat sejumlah relawan bersilaturahmi ke kediaman pribadi Jokowi di kawasan Sumber, Solo, Jawa Tengah, Senin (15/6).

BRN Ingin Jokowi Berdiri untuk Semua Golongan

Ketua Umum BRN Relly Reagen mengatakan pihaknya berharap Jokowi tetap berada di posisi yang bisa diterima semua kelompok masyarakat.

Menurutnya, basis pendukung Jokowi selama ini tersebar di berbagai partai politik dan kelompok sosial. Karena itu, bergabungnya Jokowi dengan salah satu partai dinilai berpotensi menciptakan jarak dengan sebagian simpatisannya.

Kita sih pengen Bapak Jokowi berdiri di semua golongan,” ujar Relly.

Ia menilai banyak pendukung Jokowi yang saat ini beraktivitas politik di partai berbeda. Dalam konteks tersebut, menjaga posisi netral dianggap lebih menguntungkan bagi figur Jokowi.

Selain itu, Relly menegaskan bahwa dukungan terhadap Jokowi selama ini tidak hanya berasal dari satu kelompok politik tertentu.

Karena itu, BRN memandang mantan kepala negara tersebut tetap memiliki ruang besar untuk menjadi tokoh yang diterima lintas golongan.

Relly Reagen
Ketua Umum BRN Relly Reagen

Relawan MGN Siap Ikuti Keputusan Jokowi

Berbeda dengan BRN, Relawan Militan Gibran Nusantara mengambil sikap yang lebih terbuka terhadap kemungkinan Jokowi bergabung dengan PSI.

Ketua Umum MGN Andi Azwan menegaskan organisasinya siap mendukung seluruh keputusan yang diambil Jokowi, termasuk jika memilih menjadi bagian resmi dari PSI.

Menurutnya, keputusan politik merupakan hak pribadi Jokowi yang patut dihormati.

Tidak ada masalah untuk itu. Kita ini die hard-nya Pak Jokowi. Apapun yang diperintahkan kita juga siap,” kata Andi.

Lebih jauh, Andi menilai Jokowi merupakan sosok yang menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan kebebasan berpolitik.

Karena itu, ia tidak melihat adanya persoalan jika sebagian pendukung Jokowi memilih tetap berada di partai lain meskipun mantan presiden tersebut nantinya bergabung dengan PSI.

Menurutnya, Jokowi akan tetap menghargai pilihan politik para pendukungnya.

PSI Persiapkan Penyematan Jaket untuk Jokowi

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie sebelumnya mengungkapkan bahwa Jokowi akan segera mengenakan jaket PSI secara resmi sebagai Ketua Dewan Pembina partai tersebut.

Grace menjelaskan PSI saat ini tengah mempercepat pembentukan dan penyempurnaan struktur kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi proses verifikasi partai pada tahun depan.

Menurut Grace, penyelesaian struktur organisasi menjadi tahapan penting sebelum Jokowi secara formal tampil menggunakan atribut partai dan menyapa masyarakat sebagai Dewan Pembina PSI.

Selain di Nusa Tenggara Timur, proses penguatan struktur disebut berlangsung serentak di berbagai wilayah Indonesia.

PSI Nilai Jokowi Sudah Menjadi Bagian Partai

Di sisi lain, Ketua Harian PSI Ahmad Ali menilai penyematan jaket partai nantinya hanya bersifat seremonial.

Menurutnya, berbagai pernyataan Jokowi dalam sejumlah agenda PSI sudah menunjukkan kedekatan yang kuat dengan partai tersebut.

Ahmad Ali mengingatkan bahwa dalam Kongres PSI di Solo maupun Rakernas PSI di Makassar, Jokowi pernah menyatakan kesediaannya membantu PSI hingga tingkat kecamatan.

Yang jadi sorotan, pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa hubungan Jokowi dan PSI telah terjalin secara politik meskipun belum ditandai dengan penggunaan atribut partai secara resmi.

Menurut saya hari ini dia adalah PSI,” ujar Ahmad Ali.

Faktanya, PSI saat ini dipimpin oleh putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, yang menjabat sebagai ketua umum partai.

Kedekatan itu membuat isu mengenai posisi politik Jokowi pasca-kepresidenan terus menjadi perhatian publik, terutama menjelang proses konsolidasi dan verifikasi partai politik untuk agenda politik berikutnya.