harry maguire

Kasus Harry Maguire di Yunani dan Pertarungan Narasi Kebenaran

bahasakita.id – Kasus hukum yang menjerat Harry Maguire di Yunani tidak hanya menghadirkan putusan pengadilan, tetapi juga memperlihatkan dua narasi berbeda mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Pulau Mykonos pada 2020. Di satu sisi, pengadilan menyatakan bek Manchester United itu bersalah. Di sisi lain, Harry Maguire terus menegaskan dirinya tidak melakukan pelanggaran seperti yang dituduhkan.

Pengadilan Yunani menjatuhkan hukuman penjara bersyarat selama 15 bulan kepada Harry Maguire setelah menyatakan ia terbukti bersalah atas tiga dakwaan utama. Dakwaan tersebut mencakup penyerangan ringan, perlawanan saat proses penangkapan, serta percobaan penyuapan terhadap aparat kepolisian.

Putusan ini menjadi kelanjutan dari proses hukum panjang yang telah berlangsung hampir enam tahun sejak insiden awal terjadi di pulau wisata Mykonos.

Versi Pengadilan Yunani dalam Insiden Mykonos

Dalam putusan terbaru, hakim menyatakan Harry Maguire bertanggung jawab atas keributan yang melibatkan aparat kepolisian setempat.

Polisi Yunani melaporkan dua petugas mengalami kekerasan selama kejadian berlangsung. Selain itu, pengadilan juga menilai terdapat tindakan melawan penangkapan serta upaya memengaruhi aparat melalui percobaan penyuapan.

Perkara ini sebenarnya sudah diputus pada 2020 dengan hukuman penjara bersyarat selama 21 bulan 10 hari.

Namun dalam praktik hukum Yunani, pengajuan banding secara otomatis membatalkan putusan awal tersebut dan membuka ruang bagi persidangan ulang.

Proses persidangan ulang itu kemudian mengalami sejumlah penundaan, termasuk karena aksi mogok kerja pengacara serta persoalan administratif lainnya.

Setelah proses panjang tersebut, pengadilan akhirnya kembali menyatakan Harry Maguire bersalah, meski hukumannya dipangkas menjadi 15 bulan penjara bersyarat.

Pembelaan Harry Maguire atas Tuduhan

Berbeda dengan temuan pengadilan, Harry Maguire sejak awal menyampaikan versi cerita yang berbeda.

Dalam pernyataannya setelah insiden terjadi, ia menyebut dirinya dan keluarganya justru merasa berada dalam situasi yang mengancam.

“Hari itu saya merasa nyawa saya terancam,” kata Harry Maguire dalam wawancara sebelumnya mengenai kejadian tersebut.

Menurutnya, keributan bermula ketika dua pria mendekati adik perempuannya di sebuah bar.

Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi kepanikan setelah adiknya disebut kehilangan kesadaran.

Narasi yang Terus Dipertahankan

Dalam penjelasan yang sama, Harry Maguire menggambarkan bagaimana dirinya mencoba melarikan diri karena tidak memahami situasi yang terjadi di sekitarnya.

Pikiran pertama saya adalah kami akan diculik. Saya benar-benar panik dan ketakutan,” ungkapnya saat menjelaskan kejadian yang berujung pada penangkapannya.

Sejak awal proses hukum berjalan, Harry Maguire menolak berbagai kesempatan penyelesaian kasus melalui kesepakatan finansial.

Kuasa hukumnya menyatakan sang pemain ingin membersihkan namanya melalui jalur pengadilan.

Di waktu yang sama, tim hukum Harry Maguire masih membuka kemungkinan untuk mengajukan banding ke Mahkamah Agung Yunani guna menantang putusan terbaru tersebut.