progam Kopling Polres PasuruanKOPLING Polri hadir di berbagai daerah dari Jawa hingga Sumatera

KOPLING Polri terus berkembang di berbagai daerah Indonesia sebagai sarana membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Program Kopi Keliling kini hadir di sejumlah wilayah Jawa hingga Sumatera dengan pendekatan dialogis yang melibatkan warga secara langsung.

KOPLING Polri semakin luas diterapkan di berbagai daerah sebagai bagian dari implementasi program Polri Presisi. Program yang mengusung konsep Kopi Keliling ini tidak hanya menjadi sarana komunikasi antara polisi dan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah penyampaian aspirasi serta penyelesaian persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, anggota kepolisian mendatangi langsung warga di berbagai lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Melalui suasana santai sambil menikmati secangkir kopi, komunikasi berlangsung lebih terbuka dan efektif.

Yang menarik, program ini tidak hanya dijalankan di satu wilayah. Sejumlah Polres dan Polsek di Jawa Timur hingga Sumatera Selatan telah mengadopsi konsep yang sama dengan pendekatan yang disesuaikan kebutuhan masyarakat setempat.

Polres Pasuruan Jalankan KOPLING dengan Warung Kopi Keliling

Polres Pasuruan menjadi salah satu daerah yang aktif mengembangkan program KOPLING. Satbinmas dan Bhabinkamtibmas memanfaatkan sepeda motor dinas yang dimodifikasi menjadi warung kopi keliling.

Melalui kendaraan tersebut, petugas menyambangi permukiman warga untuk membuka ruang dialog secara langsung.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menegaskan bahwa program ini tidak sekadar membagikan kopi kepada masyarakat.

KOPLING bukan sekadar bagi-bagi kopi. Ini ruang komunikasi dan penyelesaian masalah,” ujarnya.

Selain itu, berbagai masukan yang disampaikan warga dicatat dan dilaporkan secara berkala sebagai bahan evaluasi kebijakan kepolisian.

KOPLING MAS Jadi Andalan Polsek Udanawu

Di wilayah Polsek Udanawu, Polres Blitar Kota, program ini hadir dengan nama KOPLING MAS atau Kopi Keliling Bhabinkamtibmas.

Kegiatan rutin dilaksanakan di sejumlah desa, termasuk Desa Besuki, Kecamatan Udanawu. Dalam setiap pertemuan, petugas tidak hanya menerima aspirasi masyarakat.

Namun, mereka juga mendorong pengaktifan kembali Pos Keamanan Lingkungan atau Poskamling.

Selain itu, warga memperoleh edukasi mengenai pencegahan pencurian kendaraan bermotor dan bahaya judi online.

Dengan pendekatan yang santai, pesan-pesan kamtibmas dapat diterima masyarakat dengan lebih baik.

Polres Blitar dan Polres Bangkalan Perkuat Komunikasi Dua Arah

Kopling Polres Blitar
program Kopi Keliling memperkuat komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat.

Polres Blitar juga secara rutin menggelar kegiatan KOPLING di berbagai titik. Lokasi kegiatan meliputi warung kopi, balai desa, hingga pos ronda.

Program tersebut menjadi sarana komunikasi dua arah antara polisi dan masyarakat. Di sisi lain, warga memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.

Sementara itu, Polres Bangkalan mengembangkan program serupa dengan menyasar berbagai lokasi publik, termasuk kawasan Jalan Panidi, Lebak Pejagan.

Kasat Binmas Polres Bangkalan AKP Edi Eko Purnomo menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap kepolisian.

Menurutnya, polisi tidak hanya hadir saat melakukan penegakan hukum. Sebaliknya, polisi juga menjadi mitra masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Bang Kopling Hadir di Sumatera Selatan

Pengembangan program KOPLING juga terlihat di wilayah Sumatera Selatan melalui Polres Lubuk Linggau.

Di daerah ini, program tersebut dikenal dengan nama Bang Kopling atau Sambang Kopi Keliling.

Kegiatan dilaksanakan di Terminal Kalimantan, Kota Lubuk Linggau, dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Mulai dari pengemudi angkutan umum, pelaku usaha lokal, hingga warga sekitar ikut berpartisipasi dalam dialog yang berlangsung.

Kasat Binmas AKP Nyoman Sutrisno menyebut Bang Kopling sebagai sarana komunikasi yang efektif untuk mendekatkan polisi dengan masyarakat.

Selain itu, petugas juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menyosialisasikan layanan darurat Call Center 110 yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam tanpa biaya.

KOPLING Jadi Simbol Sinergi Kepolisian dan Masyarakat

Perkembangan KOPLING di berbagai daerah menunjukkan bahwa pendekatan humanis semakin menjadi bagian penting dalam pelayanan kepolisian.

Program ini juga memperlihatkan bahwa keamanan lingkungan tidak dapat dibangun hanya oleh aparat penegak hukum.

Sebaliknya, keamanan yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar.

Melalui ruang dialog yang sederhana dan terbuka, KOPLING menjadi sarana memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat di berbagai daerah Indonesia.