luhut binsar pandjaitan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan

Bahasa Kita – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut dia, aliran dana program tersebut ikut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat hingga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I-2026.

Luhut mengatakan program MBG pada dasarnya merupakan kebijakan yang baik. Namun, ia mengakui pelaksanaan program di sejumlah daerah masih menghadapi berbagai kekurangan.

Kita harus bersama dulu sepakat ya bahwa MBG itu baik. Bahwa eksekusinya masih ada bolong sana, bolong sini ya kita perbaikin rame-rame,” kata Luhut dalam program Ngobrol Seru bersama Editor in Chief IDN Times Uni Lubis, dikutip Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, evaluasi terhadap pelaksanaan program menjadi hal penting agar distribusi manfaat MBG bisa berjalan lebih merata dan efektif di lapangan.

Luhut Binsar Pandjaitan Dukung Audit Program MBG

Di sisi lain, Luhut memuji langkah Presiden Prabowo Subianto yang meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit terhadap program MBG.

Ia menilai audit diperlukan karena program tersebut masih berada pada tahap awal pelaksanaan. Dengan kata lain, evaluasi dinilai penting untuk menemukan celah dan memperbaiki sistem distribusi maupun pengawasan anggaran.

Ya kan Presiden sudah minta BPKP untuk melakukan audit. Saya kira langkah sudah hebat itu dan kalau ada nanti masukan perubahan di sana-sini, dalam konteks dunia sekarang ini gak ada yang salah juga itu,” ujar Luhut.

Menurut dia, program berskala nasional seperti MBG membutuhkan penyesuaian secara bertahap. Karena itu, perbaikan sistem dianggap wajar selama program berjalan.

Yang jadi sorotan, Luhut menilai pemerintah tidak menutup ruang evaluasi terhadap pelaksanaan MBG. Audit disebut menjadi bagian penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Program MBG Dinilai Menggerakkan Ekonomi Daerah

Luhut juga menilai dampak MBG tidak hanya terlihat dari sisi sosial, tetapi juga ekonomi. Ia menyebut aliran dana program yang langsung masuk ke masyarakat menciptakan aktivitas ekonomi baru di daerah.

Itu makan bergizi itu pengaruh, kenapa? Belum pernah sejarah Indonesia satu hari satu triliun turun ke bawah, langsung ke bawah,” tuturnya.

Menurut Luhut, distribusi dana dalam program MBG membuka peluang ekonomi bagi sektor pangan lokal. Permintaan terhadap telur, ayam, sayur, hingga buah disebut meningkat seiring kebutuhan program tersebut.

MBG Disebut Bisa Bentuk Simpul Ekonomi Baru

Luhut menjelaskan MBG berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru jika tata kelolanya diperbaiki. Dalam praktiknya, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar dapat menggerakkan peternak, petani, hingga pelaku distribusi di daerah.

Ia menilai efek ekonomi program akan semakin terasa apabila pelaksanaan dilakukan secara bertahap dan terukur.

Jadi misalnya suplai telur, suplai sayur, buah, ayam, dan sebagainya,” katanya.

Luhut meyakini target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo bisa dicapai jika MBG berjalan lebih tertata dalam beberapa tahun ke depan.

Jadi saya kira over time mungkin dalam satu tahun, satu tahun setengah kalau kita tata dengan baik, ini untuk 6-7 persen mungkin 8 persen dalam beberapa tahun ke depan kita gak ada masalah,” ujar Luhut.