Bahasa Kita – Harga hewan kurban di Jakarta mulai mengalami kenaikan menjelang Iduladha 2026. Sejumlah pedagang di Jakarta Barat menyebut lonjakan biaya pakan ternak menjadi penyebab utama harga sapi tahun ini lebih mahal dibanding tahun sebelumnya.
Kenaikan harga tersebut sudah terasa di beberapa lapak penjualan hewan kurban. Untuk sapi dengan ukuran standar, harga tahun ini naik sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor.
Pengelola Bumi Sejuta Sapi, Fachry, mengatakan biaya pemeliharaan di tingkat peternak meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi itu akhirnya berdampak langsung pada harga jual sapi di lapangan.
“Kalau dibanding tahun lalu memang ada kenaikan cukup signifikan. Untuk sapi yang biasanya dijual Rp20 juta, sekarang bisa sampai Rp23 juta,” ujar Fachry, Minggu (10/5/2026).
Harga Hewan Kurban di Jakarta Dipengaruhi Biaya Pakan
Menurut Fachry, kenaikan harga pakan menjadi faktor yang paling terasa tahun ini. Dalam praktiknya, peternak harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk menjaga kualitas dan kebutuhan konsumsi sapi sebelum dijual menjelang Iduladha.
Bumi Sejuta Sapi menjual sapi asal Lampung Timur dengan harga mulai Rp20 juta hingga Rp110 juta per ekor. Rentang harga tersebut disesuaikan dengan ukuran dan bobot hewan kurban.
Salah satu sapi terbesar di kandang itu memiliki bobot mencapai satu ton. Hewan tersebut dijual dengan harga Rp110 juta dan menjadi salah satu sapi berukuran paling besar di lokasi penjualan.
Fachry menjelaskan mayoritas sapi didatangkan langsung dari peternakan di Lampung Timur. Selain bekerja sama dengan kandang kelompok, pihaknya juga memiliki kandang pribadi untuk pemeliharaan sapi.
“Mayoritas sapi memang dari Lampung Timur. Ada yang dari kandang kelompok dan ada juga yang kami pelihara sendiri,” katanya.
Meski harga naik, permintaan hewan kurban disebut tetap meningkat menjelang Iduladha. Hal ini terlihat dari mulai ramainya calon pembeli yang datang mencari sapi dengan ukuran tertentu.
Penjualan Sapi Kurban di Jakarta Barat Mulai Ramai
Di sisi lain, kondisi serupa juga terjadi di Putra Jakarta Farm yang berada di kawasan Meruya Ilir, Jakarta Barat. Pengelola Putra Jakarta Farm, Saiful, mengatakan harga sapi tahun ini juga naik sekitar Rp2 juta dibanding tahun lalu.
Menurutnya, kenaikan harga tidak hanya dipicu biaya pakan, tetapi juga meningkatnya pengeluaran peternak selama proses pemeliharaan sapi sebelum dikirim ke Jakarta.
“Kenaikan memang sudah terasa tahun ini, terutama karena faktor pakan dan biaya di peternak,” kata Saiful, Sabtu (9/5/2026).
Permintaan Hewan Kurban Mulai Meningkat
Putra Jakarta Farm menjual sapi dengan harga mulai Rp20 juta hingga Rp75 juta per ekor. Seluruh hewan kurban yang dijual juga didatangkan dari Lampung.
Saiful mengatakan permintaan pembeli biasanya mulai meningkat sekitar satu bulan sebelum Iduladha. Pembeli datang dengan kebutuhan berbeda-beda, mulai dari ukuran sapi hingga jenis hewan yang dicari.
“Biasanya sebulan sebelum Iduladha sudah mulai ramai. Pembeli juga punya permintaan yang berbeda-beda,” ujarnya.
Ia menambahkan usaha penjualan hewan kurban masih cukup menjanjikan saat momentum Iduladha. Dalam lima tahun terakhir, penjualan disebut terus bergerak seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban.
