27 maskapai Iran kena sanksi setelah Amerika Serikat memperluas tekanan terhadap sektor penerbangan Iran pada September 2026.
27 maskapai Iran kena sanksi melalui keputusan Departemen Keuangan AS pada Selasa, 8 September 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari tekanan Washington terhadap sektor penerbangan Iran.
Sementara itu, pemerintah AS sebelumnya menetapkan sektor penerbangan Iran sebagai sektor yang dapat dikenai sanksi pada 24 Agustus. Kebijakan terbaru kemudian memperluas sasaran kepada sejumlah operator penerbangan.
Daftar 27 Maskapai Iran Kena Sanksi
Berdasarkan data Departemen Keuangan AS yang dilaporkan CH Aviation, daftar tersebut mencakup berbagai maskapai dan perusahaan penerbangan Iran.
- Air Shiraz
- Asa Jet Airline
- Ata Airlines Company
- Atlas Aviation Group
- Ava Airlines
- Chabahar Airlines Company
- Erwan Airline Company
- Fly Kish Airlines
- Fly Persia Airlines
- Iran Air Tour
- Iran Aseman Airlines
- Jsky Airlines
- Kish Airlines
- Karun Airlines Company
- Lad Airways
- Mehr Airways
- Nasim Air
- Pars Oghyanous Kish Company
- Qeshm Air
- Raimon Airways
- Saha Airlines
- Sepehran Airlines
- Soroush Air
- Taban Airlines
- Toos Airlines
- Varesh Airlines
- Zagros Airlines
Sanksi AS Sasar Sektor Penerbangan Iran
Menurut Departemen Keuangan AS, kebijakan tersebut merupakan bagian dari kampanye Operasi Pengasingan Ekonomi. Washington menyatakan kampanye itu bertujuan mengisolasi sektor penerbangan Iran.
Selain itu, AS menyebut langkah tersebut bertujuan memutus dukungan keuangan yang menurut Washington menopang pemerintah Iran dan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.
Faktanya, Washington juga menyoroti penggunaan maskapai komersial Iran untuk mengangkut senjata, personel, dan kargo yang disebut ilegal.
Yang jadi sorotan adalah Mahan Air. Maskapai tersebut telah masuk daftar sanksi AS sejak 2011 karena tuduhan memberikan dukungan kepada Pasukan Quds IRGC.
Pada 2019, Departemen Luar Negeri AS kembali menetapkan Mahan Air berdasarkan kewenangan terkait proliferasi senjata.
Selanjutnya, sanksi terhadap maskapai Iran melanjutkan langkah AS pada April dan Juli 2026. Kedua kebijakan tersebut menyasar jaringan yang mendukung operasional Mahan Air.
Dengan demikian, sanksi terbaru tidak hanya mencakup satu operator. Kebijakan tersebut mencakup 27 maskapai dalam sektor penerbangan Iran.