Biaya makan siang sekolah Jepang ternyata tidak sepenuhnya ditanggung negara. Program kyushoku pada dasarnya bukan program gratis, karena orang tua membayar biaya bulanan yang mencakup bahan makanan.
Profesor pendidikan nutrisi Universitas Ochanomizu, Akamatsu Rie, menyebut biaya makan siang di sejumlah pemerintah daerah berada di kisaran 300 hingga 350 yen per porsi. Angka itu mencakup biaya bahan makanan yang dibayarkan orang tua setiap bulan. Kyushoku sendiri berarti penyediaan makanan, yaitu makan siang hangat dan bergizi bagi siswa sekolah dasar dan menengah pertama negeri.
Rincian Biaya Makan Siang Sekolah Jepang per Bulan
Menurut Japan Child Support, rata-rata biaya bulanan berada di kisaran 4.000 hingga 4.500 yen untuk siswa sekolah dasar. Untuk siswa sekolah menengah pertama, angkanya sekitar 4.500 hingga 5.000 yen. Pembayaran biasanya dilakukan lewat transfer otomatis bank atau rekening yang ditunjuk sekolah pada awal atau pertengahan bulan.
Meski demikian, beban tersebut tidak selalu ditanggung penuh keluarga. Pemerintah daerah dapat memberikan subsidi, bahkan sebagian di antaranya menanggung seluruh biaya makan siang bagi keluarga tertentu. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kota besar, termasuk Tokyo, bergerak menuju penyediaan kyushoku gratis untuk mengurangi beban keluarga. Kebijakan itu membuat pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran tambahan.
Menu Kyushoku Dirancang Ahli Gizi Sekolah
Menu yang disajikan dirancang oleh guru diet dan nutrisi atau ahli gizi sekolah. Mereka memastikan makanan memenuhi kebutuhan gizi siswa sesuai usia dan tahap perkembangan, berdasarkan standar nutrisi yang ditetapkan pemerintah Jepang. Secara umum, satu menu terdiri dari makanan pokok, hidangan utama, lauk, susu, serta buah atau makanan penutup.
Makanan pokok dapat berupa nasi, roti, atau mi seperti udon dan ramen. Hidangan utama bisa berupa ikan bakar, ayam karaage, tahu, atau patty hamburger, sedangkan lauknya berupa sayuran tumis, salad, atau acar. Susu biasanya disajikan setiap hari, dan makanan penutup dapat berupa buah musiman, yogurt, atau jeli.
Menu dipublikasikan setiap bulan sehingga keluarga mengetahui makanan yang akan dikonsumsi anak mereka, lapor Japan Child Support. Di sisi lain, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi Jepang atau MEXT mengatur berbagai aspek keamanan makanan sekolah, mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga penyajian kepada siswa.
Dengan demikian, biaya makan siang sekolah Jepang lebih tepat disebut program bersubsidi daripada program gratis. Langkah kota-kota besar menuju kyushoku gratis pun menuntut anggaran tambahan dari pemerintah daerah.