Motor Listrik Nasional dijadwalkan diresmikan Presiden Prabowo Subianto di pabrik Alva. Peresmian ini menjadi sorotan di tengah rencana pemerintah menyiapkan insentif bagi kendaraan listrik nasional.
Motor Listrik Nasional menjadi agenda yang dijadwalkan diresmikan Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungannya ke pabrik Alva. Peresmian tersebut dikonfirmasi oleh Ketua Umum Asosiasi Industri Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiadi, yang menyebut peluncuran akan berlangsung di fasilitas produksi Alva.
Menurut Budi, agenda tersebut memang berfokus pada peresmian merek motor listrik nasional. Namun, hingga kini belum ada informasi mengenai bentuk insentif yang kemungkinan diterima Alva setelah peresmian berlangsung.
“Betul peresmian merek motor listrik nasional,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2026).
Sementara itu, ketika ditanya mengenai dukungan pemerintah untuk Alva, Budi mengaku belum memperoleh informasi lebih lanjut. “Wah itu saya belum tahu ya,” katanya.
Pabrik Alva Mampu Produksi 100 Ribu Motor per Tahun
Alva saat ini memanfaatkan fasilitas perakitan milik PT Ilectra Motor Group (IMG) di kawasan Delta Silicon Industrial Park, Cikarang, Jawa Barat. Hingga kini belum dipastikan apakah lokasi yang akan dikunjungi Presiden merupakan fasilitas yang sama atau pabrik lain.
Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 100 ribu unit motor listrik setiap tahun. Selain itu, proses produksinya memiliki takt time sekitar tiga menit, sehingga satu unit motor dapat selesai dirakit dalam rentang waktu tersebut.
Di sisi lain, pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 17 ribu meter persegi itu telah menerapkan konsep industri 4.0. Area produksi terdiri atas lini produksi dan area perakitan yang saling terintegrasi.
Teknologi AGV dan Rencana Insentif Kendaraan Listrik
Dalam praktiknya, proses produksi di pabrik Alva telah memanfaatkan teknologi automated guided vehicle (AGV). Robot mengangkut berbagai komponen menuju area perakitan, meski proses produksi tetap didukung sekitar 180 tenaga kerja.
Sementara itu, pemerintah juga menyiapkan stimulus bagi kendaraan listrik nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyampaikan Presiden Prabowo akan mengumumkan insentif untuk sekitar 500 ribu motor dan mobil listrik nasional.
Skema Insentif Masih Menunggu Pengumuman
Purbaya menjelaskan pemerintah berencana memberikan dukungan berupa pajak yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu. Meski demikian, rincian skema insentif tersebut hingga kini belum diumumkan secara resmi.
Dengan agenda peresmian motor listrik nasional tersebut, perhatian kini tertuju pada langkah lanjutan pemerintah, termasuk kemungkinan pengumuman insentif yang akan mendukung perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.
