SpaceSail mempercepat ekspansi internasional dengan menjajaki kerja sama di sekitar 30 negara. Strategi tersebut menyasar wilayah yang selama ini menghadapi kendala regulasi bagi Starlink.
SpaceSail memperluas langkah bisnisnya di pasar internasional setelah dilaporkan bernegosiasi dengan sekitar 30 negara untuk menghadirkan layanan internet satelit. Strategi ini menjadi perkembangan terbaru dalam upaya perusahaan China memperkuat posisinya sebagai alternatif Starlink.
Menurut laporan, SpaceSail sengaja membidik negara yang menghadapi hambatan politik maupun regulasi terhadap layanan Starlink. Pendekatan tersebut dinilai membuka peluang baru bagi perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan.
Di sisi lain, SpaceSail telah mencatat sejumlah kemajuan di beberapa negara melalui kerja sama komersial maupun pembentukan anak perusahaan.
Brasil dan Kazakhstan Jadi Langkah Awal
Brasil menjadi salah satu pasar penting bagi SpaceSail. Badan regulator telekomunikasi Anatel telah memberikan izin layanan komersial setelah negara tersebut menghadapi perselisihan dengan Elon Musk pada 2024.
Sementara itu, SpaceSail juga mendirikan anak perusahaan di Kazakhstan pada Januari 2025. Langkah tersebut dilakukan ketika Starlink belum berhasil memasuki pasar akibat persyaratan penyimpanan data dan keamanan.
Yang menjadi sorotan, perusahaan juga menjalin kerja sama dengan Airbus pada Desember untuk menghadirkan SpaceSail sebagai salah satu pilihan layanan WiFi dalam penerbangan.
China Bidik Persaingan Internet Satelit Global
Selain memperluas pasar, SpaceSail terus menambah jumlah satelit di orbit rendah. Perusahaan menargetkan lebih dari 10.000 satelit beroperasi pada akhir 2030 sebagai bagian dari pengembangan jaringan global.
Meski masih tertinggal dari Starlink dalam jumlah satelit dan pengguna, ekspansi internasional menunjukkan SpaceSail mulai memperkuat daya saing di industri internet satelit.
Fokus pada Layanan Komersial
Dengan bertambahnya jumlah satelit dan kerja sama lintas negara, perhatian kini tertuju pada peluncuran layanan komersial yang lebih luas pada akhir 2026. Langkah tersebut akan menjadi tahapan penting dalam pengembangan proyek internet satelit milik China.
