Ketua PCNU Mesuji, Gus Ahmad HidayatKetua PCNU Mesuji, Gus Ahmad Hidayat

Bahasa Kita – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Mesuji mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan pencabulan yang melibatkan pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid Mesuji Timur, Ahmad Fajar Shodiq. PCNU menegaskan tindakan tersebut dilakukan oknum yang mengatasnamakan kiai atau ustadz dan dinilai mencoreng nama baik pesantren.

Ketua PCNU Mesuji Gus Ahmadi Hidayat menyatakan kasus tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta merusak citra lembaga pendidikan Islam.

Sungguh ironis ketika ada oknum yang mengatasnamakan kiai atau ustadz justru melakukan tindakan tercela terhadap santri putri,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, PCNU Mesuji juga menegaskan Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak memiliki hubungan struktural dengan organisasi pesantren di bawah Nahdlatul Ulama.

PCNU Mesuji Tegaskan Status Ponpes Nurul Jadid

PCNU Mesuji menjelaskan Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak pernah tergabung dalam Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama atau RMINU.

Artinya, pesantren tersebut tidak berada dalam struktur resmi lembaga pesantren NU.

Yang jadi sorotan, penegasan itu disampaikan untuk menghindari kesalahpahaman masyarakat yang mengaitkan kasus tersebut dengan organisasi Nahdlatul Ulama.

Ia mengungkap bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak pernah tergabung dalam naungan perkumpulan pesantren di bawah RMINU,” demikian pernyataan PCNU Mesuji.

Di sisi lain, PCNU menyebut pihaknya tetap berkomitmen menjaga muruah organisasi dan memastikan pesantren di bawah naungan NU menjalankan pendidikan berbasis nilai keislaman dan ke-NU-an.

Dalam praktiknya, klarifikasi status kelembagaan menjadi bagian penting untuk memisahkan tindakan individu dengan organisasi resmi pesantren NU.

PCNU Mesuji Kecam Tindakan Oknum Pengasuh Pesantren

Kapolres Mesuji
Kapolres Mesuji Tinjau Lokasi Pembakaran Fasilitas Pondok Pesantren Nurul Jadid

Tak berhenti di situ, PCNU Mesuji juga menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan tindakan tidak bermoral yang dilakukan oknum pimpinan pondok pesantren tersebut.

Menurut Gus Ahmadi Hidayat, kasus itu bukan hanya berdampak terhadap korban, tetapi juga memicu kemarahan warga dan mencoreng dunia pendidikan pesantren.

Yang kerap luput diperhatikan, kasus yang melibatkan lembaga pendidikan agama dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pesantren secara lebih luas.

Karena itu, PCNU meminta masyarakat tetap objektif dan tidak menggeneralisasi seluruh pondok pesantren.

Gus Ahmadi juga mengimbau para orang tua lebih berhati-hati dan selektif saat memilih pondok pesantren untuk anak-anak mereka.

Namun pada kenyataannya, ia menegaskan masih banyak lembaga pendidikan Islam yang menjalankan proses pendidikan secara konsisten dan penuh tanggung jawab.

PCNU Dorong Polisi Usut Tuntas Kasus di Mesuji Timur

Dalam pernyataan resminya, PCNU Mesuji meminta warga Nahdliyin bersama aparat keamanan menjaga kondusivitas lingkungan di Kecamatan Mesuji Timur, khususnya di wilayah Tanjung Mas Jaya.

Pada sisi yang sama, PCNU juga mendorong Polres Mesuji mengusut tuntas dugaan kasus tersebut hingga selesai.

PCNU mendorong Polres Mesuji untuk mengusut tuntas persoalan ini hingga selesai,” demikian isi pernyataan sikap organisasi.

Dampaknya terasa karena kasus tersebut disebut telah memicu keresahan dan kemarahan sebagian warga setempat.

Dalam perkembangan selanjutnya, PCNU berharap proses hukum berjalan secara adil sekaligus mampu memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.