Bahasa Kita – Polres Mesuji terus mendalami kasus perusakan dan pembakaran fasilitas Pondok Pesantren Nurul Jadid di Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji.
Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus turun langsung meninjau lokasi kejadian bersama jajaran pejabat utama Polres Mesuji serta tokoh agama setempat.
Dalam peninjauan tersebut, aparat kepolisian memeriksa bangunan yang terbakar dan sejumlah area yang mengalami kerusakan akibat aksi massa.
Kapolres mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung dan penyidik Satreskrim Polres Mesuji terus mengumpulkan alat bukti serta keterangan saksi.
“Proses penyelidikan dan pengumpulan bukti terus kami intensifkan,” ujar AKBP Firdaus, Selasa, 12 Mei 2026.
Yang jadi sorotan, kepolisian juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Warga diimbau menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif pasca peristiwa pembakaran pondok pesantren tersebut.
Polres Mesuji Intensifkan Pengamanan Pascapembakaran Ponpes
AKBP Firdaus menegaskan pondok pesantren merupakan tempat pendidikan yang harus dijaga bersama.
Menurutnya, keamanan dan ketertiban di lingkungan pendidikan menjadi perhatian serius kepolisian.
“Keamanan dan ketertiban di lingkungan pondok pesantren harus tetap terjaga,” ucapnya.
Hingga kini petugas kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap aman.
Di sisi lain, Polres Mesuji juga terus berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah desa setempat.
Tak hanya itu, aparat kepolisian melakukan mitigasi bersama stakeholder terkait pasca kejadian pembakaran yang terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026.
Dalam praktiknya, langkah mitigasi dilakukan untuk mencegah munculnya konflik lanjutan di tengah masyarakat.
Kapolres Mesuji Minta Warga Serahkan Kasus ke Polisi

Kapolres Mesuji mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
Ia juga meminta masyarakat menyerahkan seluruh proses hukum kepada kepolisian.
“Mari kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif jangan ada lagi kejadian serupa di kemudian hari,” kata AKBP Firdaus.
Menurutnya, pelaku dan barang bukti saat ini telah ditangani oleh Satreskrim Polres Mesuji.
Dalam perkembangan selanjutnya, pihak kepolisian juga mengimbau semua pihak menahan diri agar tidak memicu persoalan baru.
“Terkait proses hukum mari kita serahkan dan percayakan kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Mesuji,” ujarnya.
Kepala Desa Apresiasi Langkah Cepat Kepolisian
Kepala Desa Tanjung Mas Jaya, Suyanto, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan jajaran Polres Mesuji dalam menangani kasus tersebut.
Ia menyebut aparat kepolisian telah hadir langsung untuk membantu menyelesaikan persoalan yang terjadi di wilayahnya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolres dan jajarannya yang hari ini bersedia duduk bersama kami guna menyelesaikan permasalahan yang sudah terjadi di desa kami,” kata Suyanto.
Sementara itu, penyelidikan terkait kasus pembakaran Pondok Pesantren Nurul Jadid masih terus berjalan dan menjadi perhatian aparat kepolisian di Kabupaten Mesuji.
