Bahasa Kita – Persib Bandung mulai menyiapkan sejumlah pembaruan fasilitas latihan di tengah belum pastinya masa depan Bojan Hodak bersama tim. Langkah itu muncul setelah pelatih asal Kroasia tersebut disebut memiliki beberapa permintaan terkait pengembangan fasilitas klub.
Kontrak Bojan Hodak bersama Persib akan berakhir pada Mei 2026. Namun hingga menjelang laga terakhir Super League 2025/2026, manajemen belum mengumumkan kesepakatan kontrak baru.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengakui ada sejumlah masukan dari Bojan terkait fasilitas latihan. Meski begitu, ia menegaskan hal tersebut bukan syarat mutlak agar sang pelatih bertahan.
“Ada beberapa permintaan dari Bojan, tapi itu bukan syarat mutlak,” ujar Adhitia.
Yang menarik, isu fasilitas justru muncul ketika Persib sedang berada di ambang gelar juara ketiga secara beruntun bersama Bojan Hodak.
Fasilitas Persib Jadi Sorotan Jelang Akhir Musim
Adhitia menjelaskan Bojan Hodak memahami perkembangan sepak bola Asia Tenggara, termasuk standar fasilitas yang dimiliki klub-klub besar di kawasan tersebut.
Dalam sudut pandang itu, kebutuhan peningkatan fasilitas dianggap sebagai bagian dari perkembangan profesional klub, bukan sekadar permintaan pribadi pelatih.
“Bojan sangat paham peta sepak bola Asia Tenggara. Klub mana yang punya fasilitas lengkap di sini kalau bukan JDT,” kata Adhitia.
Pada praktiknya, fasilitas latihan memang menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung performa tim sepanjang musim kompetisi.
Tak hanya itu, Persib juga sedang menjalani fase peningkatan besar dalam dua tahun terakhir, baik dari sisi prestasi maupun pengelolaan klub.
Di sisi lain, manajemen menilai kebutuhan pembaruan fasilitas menjadi bagian dari target jangka panjang untuk menjaga daya saing tim.
Persib Siapkan Proyek Jangka Panjang di Bandung
Persib mengungkapkan sedang memproses rencana penggantian rumput baru dan pengembangan lahan fasilitas bersama Pemerintah Kota Bandung.
Proyek tersebut diproyeksikan menjadi langkah jangka panjang klub hingga 30 tahun ke depan.
Menurut Adhitia, pengembangan itu menunjukkan keseriusan Persib dalam membangun fondasi klub secara berkelanjutan.
Dalam perkembangan selanjutnya, proyek tersebut juga diharapkan mampu mendukung kebutuhan tim utama dan pengembangan pemain.
Manajemen menilai peningkatan fasilitas akan memberi dampak langsung terhadap kualitas latihan dan kesiapan skuad menghadapi kompetisi.
Karena itu, pembahasan fasilitas tidak dipandang sebagai tekanan dari Bojan Hodak, melainkan bagian dari proses evaluasi internal klub.
Persib Tetap Prioritaskan Pertahankan Bojan Hodak
Meski kontrak belum diperpanjang, Persib memastikan tetap berusaha mempertahankan Bojan Hodak untuk musim depan.
Pelatih berusia 55 tahun itu dinilai berhasil membawa perubahan besar sejak menangani Maung Bandung.
Sebelumnya, Bojan sukses mempersembahkan gelar Liga 1 musim 2023/2024 dan 2024/2025. Musim ini, Persib juga tinggal membutuhkan satu poin untuk mengunci gelar juara Super League 2025/2026.
Situasi tersebut membuat posisi Bojan semakin mendapat perhatian dari suporter maupun manajemen klub.
Namun pada kenyataannya, pembahasan kontrak baru belum menjadi prioritas utama karena Persib masih harus menghadapi laga terakhir melawan Persijap Jepara.
Selain itu, Adhitia menyebut Bojan juga masih dalam suasana duka setelah sang ibunda meninggal dunia beberapa waktu lalu.
“Kami sangat menghormati Bojan, beliau ingin fokus dulu sampai akhir musim,” ujar Adhitia.
Manajemen memastikan pembicaraan resmi mengenai masa depan Bojan Hodak baru akan dilakukan setelah kompetisi Super League 2025/2026 berakhir.
“Kami akan berusaha memberikan yang terbaik untuk memastikan dia tetap bertahan bersama Persib musim depan,” pungkasnya.
