Bahasa Kita – Ranjau darat ditemukan di wilayah hukum Polres Langkat dan berhasil dimusnahkan oleh Tim Unit Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satuan Brimob Polda Sumatera Utara. Proses ini dilakukan sesuai prosedur ketat untuk memastikan keamanan masyarakat sekitar.
Bahan peledak tersebut merupakan bom militer dengan diameter sekitar 20 sentimeter dan tinggi 10 sentimeter. Temuan ini langsung ditangani oleh tim ahli guna mencegah potensi ancaman yang lebih besar.
Bagaimana Proses Pemusnahan Ranjau Darat Dilakukan?
Tim Jibom terlebih dahulu mengamankan ranjau darat sebelum dipindahkan ke lokasi khusus untuk pemusnahan. Langkah ini menjadi bagian dari prosedur standar dalam penanganan bahan peledak berisiko tinggi.
Tahapan pemusnahan dilakukan secara sistematis. Proses dimulai dari persiapan lokasi hingga penggalian disposal pit sebagai tempat peledakan.
Selanjutnya, tim memasang bahan peledak pendukung sebelum melakukan peledakan terkendali. Proses ini dilakukan dengan perhitungan matang untuk memastikan hasil yang aman.
“Disposal berhasil dilaksanakan dengan sempurna dan menghasilkan kondisi bahan peledak terurai total,” ujar AKP Sardi.
Kegiatan pemusnahan tersebut berlangsung pada Jumat (1/5/2026) dengan pengawasan ketat dari personel yang terlibat.
Siapa Saja yang Terlibat dalam Pengamanan Lokasi?
Proses pemusnahan ranjau darat tidak hanya melibatkan tim Jibom. Kegiatan ini juga disaksikan oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat.
Beberapa pihak yang hadir antara lain Kapolsek Tanjung Pura, Kanit Intel, kepala desa, serta perwakilan Koramil. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan koordinasi lintas instansi dalam menjaga keamanan.
Di sisi lain, sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses berjalan lancar. Setiap pihak memiliki peran dalam menjaga situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.
Apa Dampak Pemusnahan terhadap Keamanan Wilayah?
Pemusnahan ranjau darat ini menjadi langkah preventif untuk menghindari potensi bahaya bagi masyarakat. Bahan peledak militer memiliki risiko tinggi jika tidak ditangani secara tepat.
Dalam praktiknya, keberhasilan operasi ini menunjukkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi ancaman. Keahlian teknis menjadi faktor utama dalam proses penanganan.
“Keberhasilan operasi itu menjadi bukti nyata kesiapsiagaan dan kemampuan teknis,” lanjut AKP Sardi.
Yang menjadi perhatian, penanganan cepat terhadap temuan bahan peledak sangat penting untuk menjaga stabilitas keamanan. Di sisi lain, koordinasi antarinstansi memperkuat upaya pengamanan di tingkat lokal.
Dengan langkah ini, situasi di wilayah Langkat tetap terjaga aman setelah potensi ancaman berhasil dinetralkan melalui prosedur yang terukur.
