The Devil Wears Prada 2Review The Devil Wears Prada 2 (2026), sinopsis, pemain, respons penonton dan kritikus, serta pencapaian box office global yang menembus US$233,6 juta.

Review The Devil Wears Prada 2 menjadi sorotan setelah film ini sukses meraih pendapatan box office global US$233,6 juta pada pekan perdana. Sekuel yang menghadirkan kembali Meryl Streep, Anne Hathaway, dan Emily Blunt ini menawarkan nostalgia kuat dengan konflik baru di era digital.

Review The Devil Wears Prada 2 (2026) menjadi perhatian pencinta film setelah sekuel yang telah dinantikan selama dua dekade akhirnya tayang secara global. Film garapan David Frankel ini kembali menghadirkan Meryl Streep, Anne Hathaway, Emily Blunt, serta Stanley Tucci dalam kisah baru yang mengikuti perubahan besar industri mode dan media.

Alih-alih sekadar mengulang cerita lama, sekuel ini mengangkat tantangan baru yang dihadapi majalah mode Runway. Perubahan perilaku pembaca, dominasi media digital, kehadiran influencer, hingga perkembangan kecerdasan buatan menjadi latar utama konflik dalam film.

Di sisi lain, film ini juga memperlihatkan bagaimana hubungan para karakter utama berkembang setelah 20 tahun berlalu. Meski membawa nuansa nostalgia, cerita tetap berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi industri modern.

Sinopsis The Devil Wears Prada 2

Dua dekade setelah film pertama, Miranda Priestly masih memimpin majalah mode Runway. Namun, posisinya tidak lagi sekuat dahulu karena industri media cetak mengalami tekanan besar akibat transformasi digital.

Pendapatan iklan terus menurun, sementara berbagai platform digital menjadi pilihan utama banyak merek fesyen. Situasi tersebut memaksa Miranda mempertahankan eksistensi majalah yang selama bertahun-tahun menjadi simbol dunia mode.

Masalah semakin rumit ketika Emily Charlton kembali. Mantan asisten Miranda itu kini telah menjadi eksekutif berpengaruh di perusahaan saingan yang mengendalikan anggaran iklan besar, sehingga hubungan keduanya berubah menjadi persaingan bisnis.

Sementara itu, Andy Sachs juga menghadapi tantangan baru. Setelah sukses sebagai jurnalis investigatif, ia terkena dampak efisiensi kerja di tempatnya bekerja. Kondisi tersebut membuat Andy memutuskan kembali membantu Miranda menyelamatkan Runway di tengah perubahan industri.

Pemeran Lama Kembali dengan Karakter yang Lebih Dewasa

Sinopsis The Devil Wears Prada 2
Sinopsis Film The Devil Wears Prada 2

Salah satu daya tarik utama film ini adalah kembalinya para pemeran orisinal. Meryl Streep kembali memerankan Miranda Priestly, Anne Hathaway tampil sebagai Andy Sachs, Emily Blunt menghidupkan lagi karakter Emily Charlton, sedangkan Stanley Tucci kembali hadir sebagai Nigel.

Film ini juga memperkenalkan dua karakter baru, yaitu Simone Ashley sebagai Amari yang menjadi asisten Miranda dan Helen J. Shen sebagai Chao, asisten Andy.

Naskah kembali ditulis Aline Brosh McKenna, sementara David Frankel kembali duduk di kursi sutradara sehingga nuansa film pertama tetap terasa sepanjang cerita.

Respons Penonton Lebih Positif Dibanding Kritikus

Secara umum, penonton memberikan sambutan hangat terhadap film ini. The Devil Wears Prada 2 memperoleh skor 87 persen di Popcornmeter Rotten Tomatoes.

Banyak penonton memuji chemistry para pemeran utama yang tetap terasa kuat meski kembali dipertemukan setelah sekitar 20 tahun. Selain itu, visual, koleksi busana desainer, serta atmosfer dunia mode menjadi nilai tambah yang paling banyak mendapat apresiasi.

Hubungan baru antara Andy dan Miranda juga dinilai lebih menarik karena memperlihatkan perubahan karakter Andy yang kini tampil lebih percaya diri dan setara menghadapi mantan atasannya.

Kritik terhadap Cerita dan Representasi

Meski mendapat respons positif dari penonton, sejumlah kritikus memberikan penilaian yang lebih beragam. Beberapa ulasan menyebut alur cerita belum mampu melampaui kekuatan emosional film pertama.

Selain itu, ada pula kritik yang menilai naskah terlalu banyak menggunakan pola cerita lama sehingga terasa kurang menawarkan kejutan baru. Rating rata-rata kritikus di IMDb berada pada kisaran 6,2 hingga 6,5 dari 10.

Beberapa ulasan juga menyoroti penggambaran karakter asisten Asia baru yang dianggap stereotip serta penggunaan sejumlah lelucon fisik yang dinilai kurang relevan dengan perkembangan industri perfilman saat ini.

Box Office Langsung Menutup Biaya Produksi

Terlepas dari beragam ulasan tersebut, performa komersial film ini sangat kuat. Pada pekan pertama penayangannya secara global mulai 1 Mei 2026, The Devil Wears Prada 2 membukukan pendapatan box office mencapai US$233,6 juta.

Pendapatan tersebut langsung melampaui biaya produksi yang mencapai US$100 juta. Hasil itu menunjukkan antusiasme penonton terhadap kembalinya salah satu film drama mode paling ikonik dalam dua dekade terakhir.