SpaceSail mulai memasuki pasar internet satelit global dengan layanan komersial perdana. Proyek yang didukung pemerintah China itu disiapkan untuk menantang dominasi Starlink milik Elon Musk.
SpaceSail menjadi pesaing baru dalam industri internet satelit setelah mengumumkan kesiapan menjalankan aplikasi komersial pertamanya. Meski jumlah satelitnya masih jauh di bawah Starlink, proyek yang didukung pemerintah China itu mulai memperluas jangkauan layanan ke pasar internasional.
Saat ini SpaceSail memiliki sedikitnya 200 satelit aktif di orbit Bumi rendah. Jumlah tersebut memang masih tertinggal dibandingkan Starlink yang mengoperasikan lebih dari 10.000 satelit. Namun, perusahaan menyatakan kapasitas yang tersedia sudah cukup untuk mendukung layanan komersial awal.
Aplikasi pertama yang diperkenalkan adalah layanan pelacakan kapal maritim di laut. Selanjutnya, perusahaan menargetkan penyediaan internet broadband secara lebih luas pada akhir 2026.
SpaceSail Kembangkan Konstelasi Satelit Global
SpaceSail atau Qianfan diluncurkan pada 2023 oleh Shanghai Spacecom Satellite Technology (SSST). Proyek tersebut memperoleh dukungan pemerintah China dengan pendanaan awal sebesar 6,7 miliar yuan.
Dalam praktiknya, SSST menargetkan pembangunan jaringan internet satelit berkecepatan tinggi yang aman dan andal. Konstelasi itu juga diproyeksikan mendukung komunikasi untuk perdagangan maritim, proyek luar negeri, hingga kebutuhan diplomatik.
Selain itu, perusahaan menargetkan jumlah satelit aktif mencapai 648 unit pada akhir 2026. Dalam jangka panjang, konstelasi tersebut diperkirakan berkembang menjadi lebih dari 15.000 satelit untuk menyediakan cakupan global.
Starlink Masih Memimpin Industri
Secara faktual, Starlink masih menjadi pemimpin pasar internet satelit dunia dengan lebih dari 12 juta pengguna aktif di sekitar 160 negara dan wilayah. Perusahaan milik Elon Musk itu mengoperasikan sekitar 10.413 satelit dan memiliki rencana memperluas jaringan hingga 42.000 satelit.
Meski demikian, SpaceSail menyatakan memiliki ambisi menghadirkan lebih dari 10.000 satelit di orbit rendah sebelum akhir 2030.
Target Ekspansi Internasional
Perusahaan juga mengungkap tengah bernegosiasi dengan sekitar 30 negara untuk menghadirkan layanan internet satelit. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing terhadap pemain lama di industri ini.
