Taksi Green kecelakan KRL

Taksi Green SM Diselidiki Polisi, KNKT Tangani Kecelakaan Kereta Bekasi

Bahasa Kita – Kasus kecelakaan Taksi Green SM di perlintasan sebidang Bekasi Timur kini menjadi fokus penyelidikan Polda Metro Jaya. Taksi Green SM terlibat dalam insiden dengan kereta, sementara kecelakaan besar antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL ditangani oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin menegaskan bahwa pihak kepolisian hanya menangani kasus yang melibatkan kendaraan taksi di perlintasan tersebut. Penanganan ini dilakukan terpisah dari investigasi kecelakaan kereta yang lebih besar.

Fokus Polisi pada Kecelakaan Taksi di Perlintasan Sebidang

Komarudin menjelaskan bahwa penyelidikan difokuskan pada kejadian awal yang melibatkan kendaraan taksi listrik di lintasan sebidang. Menurutnya, titik tersebut menjadi awal rangkaian peristiwa kecelakaan.

Kalau kita fokus dengan kendaraan di perlintasan sebidang,” ujarnya.

Untuk mendalami penyebab kecelakaan, polisi telah melakukan Traffic Accident Analysis (TAA). Metode ini digunakan untuk mengkaji berbagai kemungkinan faktor yang berkontribusi terhadap insiden.

Bisa jadi human error, bisa jadi faktor jalan, bisa jadi faktor kendaraan,” jelas Komarudin.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada kesimpulan terkait penyebab utama kecelakaan. Seluruh faktor masih dalam tahap kajian oleh tim yang bertugas.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin

Dalam konteks ini, penyelidikan diarahkan untuk mengungkap empat faktor utama penyebab kecelakaan di perlintasan sebidang. Namun, hasil akhir masih menunggu proses analisis yang lebih mendalam.

Peran KNKT dalam Investigasi Kecelakaan Kereta

Di sisi lain, investigasi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL ditangani oleh KNKT. Proses ini berbeda dengan penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian.

Humas KNKT Arif Iskandar menjelaskan bahwa investigasi KNKT bersifat non-yudisial. Artinya, hasil investigasi tidak digunakan sebagai alat bukti dalam proses hukum pidana.

Salah satu prinsip kerja KNKT adalah No Judicial,” ujarnya.

Tujuan Investigasi untuk Perbaikan Sistem

Arif menegaskan bahwa fokus utama KNKT adalah mencari penyebab kecelakaan, bukan menentukan pihak yang bersalah. Pendekatan ini bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi keselamatan.

Kami tidak mencari siapa yang salah, melainkan mencari penyebab kejadian,” jelasnya.

Hasil investigasi nantinya akan dipublikasikan secara terbuka melalui kanal resmi KNKT. Di dalamnya akan terdapat rekomendasi yang ditujukan kepada berbagai pihak terkait.

Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan sistem keselamatan transportasi ke depan. Dengan demikian, setiap temuan tidak berhenti pada laporan, tetapi berlanjut pada perbaikan.

Sementara itu, perbedaan pendekatan antara kepolisian dan KNKT menunjukkan adanya pembagian peran dalam menangani insiden. Polisi berfokus pada aspek hukum, sedangkan KNKT pada aspek keselamatan.

Dalam perkembangan saat ini, kedua proses tersebut berjalan secara paralel dengan tujuan masing-masing. Penyelidikan terhadap Taksi Green SM masih berlangsung, sementara KNKT terus mengumpulkan data untuk investigasi kecelakaan kereta.