Topan Bavi membawa hujan deras dan angin hingga 198 kilometer per jam yang memicu pembatalan 1.191 penerbangan, evakuasi lebih dari 14 ribu warga di Taiwan, serta peringatan banjir dan tanah longsor di Jepang.
Topan Bavi menerjang gugusan Pulau Sakishima di Jepang selatan pada Sabtu (11/7). Cuaca ekstrem tersebut memicu hujan lebat, angin kencang, serta peringatan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Dampaknya juga meluas ke sektor transportasi udara di Jepang dan Taiwan.
Selain mengganggu aktivitas masyarakat, topan tersebut menyebabkan pembatalan hampir 1.200 penerbangan. Pemerintah Taiwan juga mengevakuasi lebih dari 14 ribu warga yang mayoritas tinggal di kawasan pegunungan sebagai langkah antisipasi menghadapi cuaca buruk.
Topan Bavi Ganggu Transportasi dan Picu Evakuasi Massal
Di Pulau Ishigaki, Prefektur Okinawa, angin kencang menerbangkan puing-puing kecil di jalan yang tampak lengang. Hujan deras terus mengguyur kawasan tersebut, sementara kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan bergoyang akibat gelombang tinggi.
Mengacu pada laporan Badan Meteorologi Jepang, Topan Bavi memiliki kecepatan angin berkelanjutan maksimum sekitar 144 kilometer per jam di dekat pusat badai. Bahkan, embusan angin diperkirakan dapat mencapai 198 kilometer per jam.
Karena kondisi cuaca memburuk, seluruh layanan penerbangan dan kapal feri menuju maupun dari Ishigaki dihentikan sepanjang Sabtu. Pulau tersebut dikenal sebagai salah satu destinasi wisata populer di Prefektur Okinawa.
Sementara itu, Taiwan mengambil langkah antisipasi dengan mengevakuasi lebih dari 14 ribu penduduk, terutama yang berada di wilayah pegunungan bagian utara dan timur. Meski jalur topan diperkirakan tidak melintasi daratan Taiwan secara langsung, curah hujan diproyeksikan mendekati satu meter di sejumlah lokasi.
Akibat kondisi tersebut, sebanyak 917 penerbangan internasional serta seluruh 274 penerbangan domestik dibatalkan. Pemerintah Taiwan juga menetapkan libur topan pada Sabtu sehingga sekolah dan kantor yang tetap beroperasi pada akhir pekan menghentikan aktivitasnya.
Di sisi lain, layanan kereta cepat yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Taiwan masih beroperasi dengan jadwal terbatas. Di Taipei, hujan dan angin kencang masih berlangsung, meski sebagian warga tetap menjalankan aktivitas di luar rumah.
Seorang warga Taipei, Yeh Mao-hsiung, mengatakan kondisi cuaca masih dapat dilalui meski embusan angin terasa lebih kuat dari biasanya. Setelah bergerak melewati Taiwan ke arah timur laut, Topan Bavi diperkirakan mencapai Kota Wenzhou di China bagian timur pada Minggu (12/7). Otoritas setempat bersiap menghadapi potensi hujan lebat, banjir, dan angin kencang di kota yang dihuni sekitar 10 juta penduduk tersebut.
