Lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau belum ditemukan. Tim SAR masih menghadapi kendala lokasi rawan dan asap tebal.
Lima jurnalis hilang di Anak Krakatau saat melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Senin (7/9).
Basarnas menyatakan belum menemukan tanda keberadaan kelima jurnalis tersebut. Pemantauan visual menggunakan teropong juga belum memberikan hasil.
Kelima pewarta foto atau video itu berada di kawasan perairan Selat Sunda. Mereka sebelumnya berangkat menggunakan speedboat dari Carita.
5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Belum Ditemukan
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan tim gabungan telah menyisir sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Tim SAR juga melibatkan nelayan setempat dalam pencarian. Namun, upaya tersebut belum menemukan tanda keberadaan para jurnalis.
Sementara itu, pencarian langsung di Pulau Sertung belum dapat dilakukan. Lokasi tersebut masuk radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
PVMBG masih menetapkan kawasan itu sebagai daerah rawan. Karena itu, tim SAR perlu mempertimbangkan kondisi keselamatan sebelum masuk ke lokasi.
Pencarian Gunakan Drone dan KN SAR Tetuka
Di sisi lain, Basarnas memperluas pemantauan menggunakan drone. Pencarian dilakukan di sekitar Pulau Sangiang dengan KN SAR Tetuka.
Namun, pemantauan udara belum memberikan hasil maksimal. Kabut asap yang sangat tebal menghambat pandangan drone.
Menurut Al Amrad, Basarnas tetap mengacu pada informasi BMKG dan PVMBG selama pencarian berlangsung.
Informasi mengenai cuaca dan kondisi lapangan diperbarui setiap jam. Data tersebut menjadi bahan pertimbangan tim dalam menentukan tindakan berikutnya.
Identitas Lima Pewarta yang Hilang Kontak
Lima jurnalis tersebut ialah Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara dan Arie Basuki dari Merdeka.
Selain itu, terdapat Donal Husni yang merupakan fotografer lepas. Dua lainnya ialah Yudhistira dari iNews dan Daus dari Anadolu.
Mereka melakukan perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dalam perjalanan tersebut, mereka menggunakan speedboat yang diawaki satu nahkoda, satu anak buah kapal, dan satu pemandu.
Hingga pemantauan terakhir, Basarnas belum menemukan tanda keberadaan kelima jurnalis tersebut.
