Delapan orang hilang di Selat Sunda masih dicari pada hari keempat, dengan dukungan dua drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh.
Delapan orang hilang di Selat Sunda hingga kini masih menjadi fokus operasi SAR. Tim gabungan memperkuat pencarian dengan kapal, drone thermal, dan sarana pendukung.
Operasi tersebut memasuki hari keempat pada Jumat (11/9). Sementara itu, tim membagi wilayah pencarian menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus.
Drone Thermal Perkuat Pencarian di Selat Sunda
Dua unit drone thermal ikut digunakan untuk mendeteksi panas tubuh di area operasi. Selain itu, sejumlah kapal SAR, TNI AL, Polri, dan unsur lainnya turut bergerak.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan tim mengoptimalkan seluruh sarana yang tersedia. Menurutnya, pembagian sektor mengikuti evaluasi operasi serta perkembangan kondisi lapangan.
“Seluruh unsur dan sarana yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian.,” ujar Al Amrad dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9).
Kondisi Gelombang Jadi Pertimbangan Tim
Di lapangan, kondisi cuaca turut memengaruhi pergerakan unsur pencarian. Cuaca sekitar wilayah operasi diperkirakan cerah hingga berawan.
Angin bertiup dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10-20 knot. Adapun tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5-2,5 meter.
Karena itu, tim melakukan pemantauan kondisi laut secara berkala. Keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan dalam setiap pergerakan.
“Kondisi cuaca dan gelombang terus kami monitor, sementara pencarian dilakukan secara terkoordinasi dan maksimal.,” kata Al Amrad.
Tak hanya menggunakan drone, operasi juga melibatkan KN SAR Tetuka 247 dan KN SAR Basudewa. KRI Leuser, KRI Karambit, KRI Lepu, serta sejumlah kapal lainnya ikut mendukung pencarian.
Delapan orang tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9). Mereka menggunakan speedboat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sekitar pukul 14.42 WIB, rombongan sempat mengirim lokasi terkini kepada seorang rekan jurnalis di Lampung. Namun, komunikasi kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
Rombongan terdiri dari Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai ABK, Heriyanto sebagai pemandu, serta lima jurnalis.
Kelima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal sebagai jurnalis lepas.
Yang jadi sorotan, operasi pencarian melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, potensi SAR, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, psikologi, Tagana, Baznas, Rumah Zakat, masyarakat, dan relawan.
Al Amrad menyatakan tim akan mengevaluasi perkembangan operasi untuk menentukan langkah pencarian berikutnya.
