Bahasa Kita – Ledakan bom Papua yang terjadi di Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/5/2026), mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan besar di kawasan permukiman warga. Hingga proses pendataan berlangsung, lima orang dilaporkan meninggal dunia dan tiga lainnya masih dalam pencarian.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.45 WIT. Ledakan dahsyat mengguncang kawasan padat penduduk dan sempat terekam kamera pengawas CCTV di area Pelabuhan Biak. Rekaman itu kemudian beredar luas di media sosial.
Dari foto dan video yang beredar, sejumlah bangunan rumah warga tampak hancur. Puing-puing berserakan di sekitar lokasi ledakan yang berada di kawasan Kampung Yenures.
Kronologi Ledakan Bom Papua di Biak Numfor
Ledakan terjadi di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota. Lokasi tersebut dikenal sebagai kawasan permukiman yang cukup padat penduduk.
Kerasnya ledakan menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi. Warga yang berada tidak jauh dari titik ledakan langsung berhamburan setelah mendengar suara dentuman besar.
Yang jadi sorotan, peristiwa tersebut juga tertangkap kamera CCTV di sekitar Pelabuhan Biak. Rekaman memperlihatkan momen saat ledakan mengguncang kawasan tersebut.
Dalam perkembangan selanjutnya, aparat gabungan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan proses evakuasi korban.
Polisi Duga Bom Peninggalan Perang Dunia II
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan dugaan sementara ledakan berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II yang meledak di lokasi kejadian.
“Dugaan sementara ledakan ini terjadi karena ada bom peninggalan Perang Dunia II yang meledak di lokasi,” katanya saat dikonfirmasi pada Minggu sore.
Pernyataan serupa kembali disampaikan saat proses identifikasi berlangsung. Menurutnya, penyebab pasti masih dalam tahap penelusuran oleh aparat.
“Diduga bom dari peninggalan Perang Dunia II. Ini masih kita telusuri,” ujarnya.
Hingga saat ini, aparat masih mengumpulkan berbagai data yang berkaitan dengan korban maupun dampak kerusakan akibat ledakan tersebut.
Lima Korban Tewas dan Tiga Masih Dicari
Data sementara yang diperoleh aparat menunjukkan lima jenazah telah ditemukan di lokasi kejadian. Sementara itu, tiga orang lainnya masih dalam proses pencarian.
“Jenazah korban yang baru ditemukan ini ada 5 jenazah, yang 3 masih dalam pencarian,” ungkap Ari.
Tim gabungan terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi ledakan. Proses pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di lapangan.
Sebelumnya, Kapolres menyatakan pihaknya masih melakukan pendataan terhadap korban dan kerusakan yang ditimbulkan akibat ledakan tersebut.
TKP Dipasang Garis Polisi dan Dijaga Aparat
Untuk mengantisipasi risiko lanjutan, aparat telah memasang garis polisi di sekitar tempat kejadian perkara. Langkah tersebut dilakukan karena lokasi belum dinyatakan steril.
Personel Brimob juga telah diterjunkan untuk membantu pengamanan area ledakan. Selain itu, unsur TNI, Polri, dan Basarnas masih berada di lokasi untuk mendukung proses evakuasi.
Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian sampai situasi benar-benar aman.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati TKP dulu sementara karena kondisi masih belum aman, untuk mencegah ledakan berikutnya,” kata Ari.
