kebakaran rumah slemanMisteri Kebakaran 73 Kali di Sleman Diduga Dipicu Gas Metana

Bahasa Kita – Peristiwa kebakaran misterius yang terjadi di rumah warga Seyegan, Sleman, DIY, masih menjadi perhatian. Rumah milik Mutfiana di Kasuran Mriyan X dilaporkan mengalami kebakaran berulang hingga 73 kali dalam 10 hari terakhir.

Kebakaran terbaru terjadi pada Senin (1/6) sekitar pukul 12.19 WIB. Api muncul dari pakaian yang menggantung di dalam kamar dan membuat penghuni rumah kembali panik.

Sama yang ini tadi berarti totalnya 73 kali. Di sekitar 65 titik,” kata Mutfiana saat ditemui wartawan di rumahnya.

Menurut Fia, sapaan akrab Mutfiana, kebakaran pertama terjadi pada Sabtu, 23 Mei 2026. Sejak saat itu, api muncul secara acak di berbagai titik rumah.

Dalam praktiknya, kebakaran rata-rata terjadi tujuh hingga sembilan kali setiap hari. Mayoritas titik api muncul di area terbuka rumah.

Sehari 7, 8, 9 kali. Kamar itu kebakaran baru dua kali,” ujarnya.

Kebakaran di Rumah Sleman Diteliti UGM dan BPPTKG

Yang jadi sorotan, kebakaran terbaru terjadi saat tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada masih berada di lokasi. Menurut Fia, ruangan tempat munculnya api sebelumnya sudah diperiksa oleh tim peneliti.

Memang terjadi dan ruangan itu sebenarnya kosong waktu tadi,” jelasnya.

Sampai saat ini, sejumlah barang milik keluarga sudah rusak akibat kebakaran berulang. Barang yang terbakar umumnya berupa kain, kardus, dan material mudah terbakar lainnya.

Di sisi lain, sejumlah pakar dari UGM dan BPPTKG terus melakukan penelitian untuk mencari sumber munculnya api. Penelitian tersebut dilakukan agar penyebab kebakaran bisa dijelaskan secara ilmiah.

Oh ini ternyata tidak ada kaitannya dengan mistis tapi memang ada dan bisa dipelajari secara ilmiah,” kata Fia.

Gas Metana Diduga Jadi Penyebab Kebakaran

Prof RM Basuki Rahmad
Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi UPN “Veteran” Jogja, Prof RM Basuki Rahmad

Geolog dari UPN “Veteran” Yogyakarta menemukan indikasi adanya gas metana di kawasan sungai yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah Mutfiana.

Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi UPN “Veteran” Jogja, Prof RM Basuki Rahmad, mengatakan tim menemukan gelembung gas di bawah jembatan Jalan Nepen.

Nah akhirnya kami ketemu gelembung-gelembung gas yang indikasi kuat itu adalah gas metana, gas CH4,” ujar Basuki.

Menurutnya, lokasi tersebut diduga merupakan kawasan rawa pada masa lalu. Hal ini terlihat dari keberadaan batuan gelap dan genangan air yang ditemukan di sekitar sungai.

Dalam konteks tersebut, batuan berwarna gelap diduga menjadi tempat penyimpanan gas metana. Ketika kondisi batuan jenuh, gas dapat keluar melalui retakan tanah dan menyebar ke permukiman.

Gas Diduga Menumpuk di Sofa dan Pakaian

Sementara itu, Dosen Departemen Teknik Geologi UGM, Dr Sarju Winardi, menyebut gas metana kemungkinan menumpuk pada benda berpori seperti sofa dan pakaian.

Menurutnya, benda berpori dapat menyimpan gas dalam jumlah tertentu. Jika konsentrasinya cukup tinggi dan terkena oksigen, api berpotensi muncul.

Yang punya pori seperti pakaian, sofa, itu dia akan menyimpan gas di situ,” ujar Sarju.

Tim Geologi UGM juga melakukan pengukuran menggunakan kamera termal. Hasilnya menunjukkan titik api muncul di area yang memiliki suhu lebih tinggi.

Tak berhenti di situ, tim peneliti berencana melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kandungan gas metana dan sampel air di sekitar lokasi.

Sarju menjelaskan air yang terkontaminasi metana tidak langsung terbakar di bawah tanah. Api baru muncul ketika gas terlepas ke udara dan berinteraksi dengan oksigen.

Terbakarnya adalah ketika air keluar di permukaan dan berinteraksi dengan oksigen,” katanya.