Profil Agustina ArumsariProfil Agustina Arumsari, mantan Wakil Kepala BPKP yang kini menjabat Wakil Kepala BGN.

Profil Agustina Arumsari menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Mantan Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) itu dipercaya membantu membenahi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan pengawasan, efisiensi anggaran, dan perbaikan sistem.

Profil Agustina Arumsari mencuri perhatian publik usai dipercaya menduduki jabatan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Penunjukan tersebut menjadi bagian dari perombakan jajaran pimpinan BGN yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada awal Juni 2026.

Dalam struktur baru, Agustina mendampingi Kepala BGN Nanik S. Deyang bersama Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono. Ketiganya mendapat mandat memperbaiki tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi sorotan.

Penunjukan Agustina dinilai memiliki relevansi dengan tantangan yang dihadapi BGN. Pasalnya, ia memiliki pengalaman panjang di bidang pengawasan keuangan, audit, dan investigasi selama berkarier di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Karier Agustina Arumsari di BPKP

Mengacu pada data resmi BPKP, Agustina Arumsari menjabat sebagai Wakil Kepala BPKP sejak dilantik pada 19 Februari 2025.

Lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tersebut memulai karier sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan BPKP Provinsi Sumatra Barat.

Selanjutnya, kariernya berkembang melalui sejumlah posisi strategis yang berfokus pada pengawasan serta investigasi.

  • Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya Perwakilan BPKP Sumatra Barat.
  • Direktur Investigasi Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah pada 2017.
  • Direktur Investigasi III pada 2019.
  • Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi pada 2020.
  • Wakil Kepala BPKP sejak 19 Februari 2025.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika Agustina dipercaya bergabung dalam kepemimpinan baru BGN untuk memperkuat tata kelola program MBG.

Kepala Dan Wakil BGN
Kepala BGN, Nanik S. Deyang (Tengah) Bersama Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono,(Kiri) Agustina Arumsari (Kanan)

Alasan Presiden Merombak Pimpinan BGN

Pergantian pimpinan BGN dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis selama sekitar satu setengah tahun.

Dalam perombakan tersebut, Wakil Kepala BGN sebelumnya, Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya, dicopot dari jabatannya. Pemerintah juga membentuk susunan kepemimpinan baru untuk mempercepat proses pembenahan organisasi.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan evaluasi pemerintah mencakup beberapa aspek penting dalam pelaksanaan program.

Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan di dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan di dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo Hadi dalam konferensi pers pada Selasa (2/6/2026).

Fokus Agustina Membenahi Program MBG

Sejak mulai menjalankan tugas, Agustina menyatakan pimpinan baru BGN akan bekerja secara kolektif tanpa pembagian kewenangan yang kaku. Pendekatan tersebut dipilih untuk memperkuat koordinasi antarsatuan kerja di lingkungan BGN.

Selain itu, ia mengungkapkan sejumlah persoalan telah teridentifikasi sejak awal masa tugasnya. Beberapa di antaranya berkaitan dengan data penerima manfaat, efektivitas tata kelola, hingga efisiensi penggunaan anggaran.

Dalam praktiknya, BGN juga menyiapkan langkah refocusing penerima manfaat agar program Makan Bergizi Gratis lebih tepat sasaran.

Tak hanya itu, pembenahan akan dilakukan secara bertahap melalui penguatan koordinasi internal, peningkatan kualitas tata kelola, serta evaluasi berbagai aspek pelaksanaan program.

Pengalaman Agustina selama bertahun-tahun menangani pengawasan dan investigasi di BPKP menjadi salah satu alasan pemerintah menempatkannya dalam kepemimpinan baru BGN. Keahlian tersebut diharapkan mendukung proses identifikasi persoalan sekaligus memperkuat sistem pengawasan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.